Kemdikbud Kaji Usulan Menhan Prabowo
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mahasiswa Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Kemdikbud Kaji Usulan Menhan Prabowo

Kamis, 14 November 2019 | 13:23 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Demi menjaga pertahanan bangsa, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, komponen pertahanan militer ada tiga yakni komponen utama, cadangan, dan pendukung. Dalam hal ini, komponen utama adalah TNI yang harus siap menghadapi ancaman militer terbuka. Sedangkan untuk komponen cadangan meliputi mahasiswa.

Oleh karena itu, pihaknya akan melibatkan para mahasiswa untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara. Dalam hal ini, mahasiswa akan dilibatkan dalam kegiatan wajib militer. Merespons hal tersebut, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ismunandar mengatakan, wacana ini sedang dalam tahap koordinasi terkait apa urgensinya. Pasalnya, saat ini bidang kemahasiswaan telah menanamkan semangat bela negara.

"Saat penerimaan mahasiswa baru salah satu hal yang kita minta untuk dimasukan di materi orientasi yaitu bela negara. Tetapi terkait dengan Pak Prabowo katakan sebenarnya sudah kita lakukan, hanya bukan wajib militer yang diluar. Ini nanti harus koordinasi dengan Kemhan begitu juga sebaliknya. Kita belum tahu persisnya seperti apa,” kata Ismunandar saat berdialog dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di ruangnya Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Menurut Ismunandar, Kemdikbud dalam menanamkan nasionalisme pada mahasiswa ini sesuai dengan perubahan zaman. Dalam hal ini, bela negara yang diajarkan pada mahasiswa baru meliputi cinta Tanah Air dengan mendorong mahasiswa berkarier sebaik mungkin di bidang profesinya masing-masing dengan. Mereka juga menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan, yakni UUD, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menunggu
Ismunandar juga menuturkan, konsep bela negara ini juga hasil kerja sama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang kini dileburkan menjadi Kemdikbud dengan Kemhan. Maka, hadirnya wacana baru wajib militer, menurut Ismunandar, sebaiknya semua pihak menunggu konsep seperti apa yang ingin diterapkan oleh Kemhan. Pasalnya, hingga saat ini Kemdikbud belum ada dialog terkait konsep akan diterapkan seperti apa.

Kendati demikian, Ismunandar juga menyebutkan, peningkatan kualitas untuk mahasiswa memang perlu dilakukan setiap waktu, akan tetapi, hal tersebut harus disesuaikan dengan tantangan zaman yang berbeda-beda.

"Tentu upaya-upaya untuk peningkatan kualitas harus selalu kita lakukan dan perguruan tinggi juga selalu melakukan,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Ismunandar membenarkan ada beberapa negara yang memiliki kebijakan wajib militer dengan berbagai konsep dengan batas waktu usia tertentu.

Sementara di Indonesia, selain konsep bela negara yang diterapkan pada saat masa pengenalan mahasiswa baru, telah diaplikasikan juga dalam mata kuliah Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Kewarganegaraan untuk meningkatkan nasionalisme, toleransi dalam lingkungan kampus dan kehidupan bernegara.

Selain itu, ada beberapa kampus juga mengaplikasikan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terkait dengan kegiatan resimen mahasiswa. Dalam hal ini, Ismunandar mengklaim Kemdikbud telah melakukan berbagai upaya untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri mahasiswa. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat berjalan mulus karena apa yang ditanamkan kampus tidak didukung oleh lingkungan di luar kampus. Sedangkan amanah pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, apa yang terjadi di kampus, sekolah, kemudian keluarga dan masyarakat harus sinkron.

"Kalau di kampus mengajarkan yang baik terus, lalu di luar masyarakat dan keluarga tidak, itu enggak akan berjalan,”ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Jokowi dan Anies Diminta Patuhi Putusan Pengadilan Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Presiden Jokowi, Gubernur DKI Anies Baswedan dan lima pejabat lain yang menjadi tergugat diminta mematuhi putusan PN Jakpus memperbaiki kualitas udara Jakarta.

NASIONAL | 17 September 2021

Patroli di Laut Natuna Utara, TNI AL Tidak Temukan Ribuan Kapal

TNI AL tidak menemukan ribuan kapal asing berlayar di Perairan Laut Natuna Utara saat melaksanakan patroli di batas landas kontinen.

NASIONAL | 17 September 2021

Kemdikbudristek Targetkan 405.000 Guru Jadi Guru Penggerak pada 2024

Kemdikbudristek menargetkan sebanyak 405.000 guru menjadi Guru Penggerak pada 2024

NASIONAL | 17 September 2021

Guru Besar IPB Beberkan Penyebab Konflik Pertanahan Kerap Terjadi

Guru Besar IPB Sudarsono Soedomo membeberkan penyebab konflik pertanahan kerap terjadi di wilayah Indonesia. Salah satunya karena dualisme kelembagaan.

NASIONAL | 17 September 2021

TWC Simulasi Pembukaan Candi Borobudur dengan Aplikasi PeduliLindungi

PT TWC melakukan simulasi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

NASIONAL | 17 September 2021

KKB Bakar Puskesmas dan Tempat Tinggal Nakes di Kiriwok, Papua

KKB melakukan penyerangan melempari puskesmas dengan batu dan membakar puskesmas dan rumah yang menjadi tempat tinggal para nakes.

NASIONAL | 17 September 2021

Berteknologi Ramah Lingkungan, Insinerator Buatan Pindad Mampu Musnahkan Limbah B3

Pindad meluncurkan teknologi baru mesin pembakar sampah yang mampu memusnahkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) medis dan nonmedis.

NASIONAL | 17 September 2021

Kalbis Institute Siapkan Lulusan Berkualitas Lewat Program Outstanding Career

Para mahasiswa juga bisa mendapatkan sertifikasi profesional sebagai bentuk pengakuan softskill.

NASIONAL | 17 September 2021

Pembangunan Rumah Layak untuk Korban Badai Seroja Dimulai

Program pembangunan rumah layak untuk korban bencana badai Seroja di Kabupaten Kupang, NTT, dimulai Selasa (14/9/2021).

NASIONAL | 14 September 2021

Insiden dengan Wartawan, Menhub Tegus Keras Tim Pengamanan

Insiden yang terjadi dengan jurnalis ini akan menjadi masukan Kementerian Perhubungan untuk terus melakukan perbaikan ke depan.

NASIONAL | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Menkominfo: Vaksinasi Lansia Terus Digenjot

Menkominfo: Vaksinasi Lansia Terus Digenjot

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings