Rabbial Baru 6 Bulan Terpapar Gerakan Radikal

Rabbial Baru 6 Bulan Terpapar Gerakan Radikal
Wakil Kepala Polda Sumatera Utara (Sumut) Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto, memberikan keterangan terkait bom bunuh diri di Mapolresta Medan, kepada wartawan di Mako Brimob Sumut, Kamis, 14 November 2019. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 14 November 2019 | 15:20 WIB

Medan, Beritasatu.com - Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019), ternyata baru 6 bulan terpapar gerakan radikal.

"Dia terpapar setelah mengikuti kelompok pengajian. Bayangkan, hanya 6 bulan saja," ujar Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto di Mako Brimob Sumut, Kamis (14/11/2019).

Mardiaz mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan itu setelah melakukan pemeriksaan terhadap istri Dedek bernama Dewi yang diamankan polisi setelah ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan.

"Berdasarkan keterangan istrinya, Dedek mengikuti sejumlah pengajian di beberapa tempat. Keterangan istri Dedek ini pun masih dikembangkan oleh petugas di lapangan," kata Mardiaz.

Selain mengambil keterangan Dewi, polisi juga mengorek keterangan dari Andi Syahputra bersama istrinya. Andi Syahputra pun mengaku tidak mengetahui bahwa Dedek masuk ke kelompok radikal.

"Selama ini, saya tidak melihat adanya tanda - tanda mencurigakan maupun perubahan dari diri Dedek. Sikapnya terlihat biasa - biasa saja setiap ketemu dengan kami sebagai mertuanya," kata Andi. 



Sumber: Suara Pembaruan