Denda Overstay Rizieq, Mahfud Sebut Siap Bantu

Denda Overstay Rizieq, Mahfud Sebut Siap Bantu
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (tengah) ( Foto: AFP Photo/Adek Berry )
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 14 November 2019 | 16:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Larangan Rizieq Syihab meninggalkan Arab Saudi bukan disebabkan isu overstay atau tinggal lebih lama dari waktu yang diizinkan. Apabila denda overstay yang menjadi permasalahan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD siap merogoh kocek pribadi untuk membantu Rizieq.

Baca juga: Mahfud: Surat yang Ditunjukkan Rizieq Bukan Pencegahan

“Bukan itu (soal bayar denda overstay), kan dia nantang, kalau cuma uang, dia punya kan. Dia enggak perlu uang. Kalau perlu uang, saya pribadi bantu, kalau cuma Rp 110 juta,” kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca juga: Dirjen Imigrasi Tidak Pernah Terbitkan Surat Tangkal untuk Rizieq

Mahfud tidak mengetahui alasan Rizieq dicegah pemerintah Arab Saudi. Menurut Mahfud, Rizieq dapat menanyakan alasan pencegahan kepada pemerintah Arab Saudi. “Kita enggak tahu. Saya sudah tanya semua sini, Menkumham, Polri, BIN, Menteri Luar Negeri enggak pernah mengeluarkan surat (permintaan mencegah Rizieq),” tegas Mahfud.

Baca juga: Dirjen Imigrasi: Paspor Rizieq Masih Berlaku

Mahfud menambahkan, pemerintah tidak akan berupaya membangun komunikasi dengan Arab Saudi menyangkut persoalan Rizieq. Sebab hal itu merupakan urusan Rizieq dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tidak tahu masalahnya mau ngurus apa. Kalau mau minta bantuan pemerintah kasihkan suratnya ke saya,” imbuh Mahfud.

Mahfud tidak pernah menerima surat pencekalan Rizieq. “(surat) Yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan. Bukan alasan pencekalan. Tapi surat dari Imigrasi Arab Saudi bahwa Habib Rizieq nomor paspor sekian dilarang keluar Arab Saudi karena alasan keamanan, itu saja,” tegas Mahfud.



Sumber: Suara Pembaruan