Kapolda Sumut Pastikan Tidak Ragu Tindak Tegas Teroris

Kapolda Sumut Pastikan Tidak Ragu Tindak Tegas Teroris
Polisi mengamankan sebuah tas koper ukuran besar dari rumah yang ditempati oleh pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) bersama istrinya, Dewi (23) di Kecamatan Marelan, Sumatera Utara (Sumut). ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Carlos KY Paath / YS Kamis, 14 November 2019 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terorisme merupakan musuh bersama. Negara sepatutnya memberikan keamanan kepada masyarakat.

"(terorisme) ini adalah musuh kita bersama. Negara harus hadir untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakatnya dan kita tidak akan ragu," tegas Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Inspektur Jenderal Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Kita kerja sama dengan seluruh stakehokder, termasuk dengan teman-teman TNI, elemen-elemen masyarakat lain untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas demi mewujudkan jaminan keamanan ke masyarakat," ucap Agus.

Menurut Agus, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumut, datang ke Polrestabes dengan menggunakan sepeda motor.

"Sepeda motor itu masih ada di parkir sampai malam hari dan sudah disita oleh petugas. Artinya kemungkinan yang bersangkutan menggunakan sepeda motor sendiri," ungkap Agus.

Agus menambahkan, Densus 88 dan Polda Sumut tengah mengembangkan kemungkinan ada rekan lain dari pelaku.

"Jadi bahwa mungkin ada teman yang menyertai, ini nanti akan kita kembangkan berdasarkan hasil kerja teknis dari bantuan teknis teman-teman Densus 88 melalui analisa jaringan pelaku dan lain sebagainya," ujar Agus.

Agus pun menyebut, "Jaringan nya ini ada di mana-mana, ada di sekeliling kita, makanya mohon masyarakat untuk waspada dengan lingkungannya, karena korbannya bisa siapa saja. Mohon dukungan kita semua untuk bisa menangani masalah ini secara tuntas."

Agus menyatakan, kelompok teroris merupakan orang-orang yang mengabaikan hak asasi manusia. "Jadi kita semua tidak akan ragu untuk melakukan tindakan tegas kepada mereka," kata Agus.



Sumber: Suara Pembaruan