Tim Advokasi Profesi Advokat Temui KPI Protes Kata “Lawyers” di ILC

Tim Advokasi Profesi Advokat Temui KPI Protes Kata “Lawyers” di ILC
Advokat anggota Tim Advokasi Peduli Profesi Advokat Indonesia (TAPPAI) seusai menemui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)di Jakarta, Jumat (15/11/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Jumat, 15 November 2019 | 16:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Peduli Profesi Advokat Indonesia (TAPPAI) menemui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk meyampaikan surat keberatan terkait penggunaan kata “lawyers” dalam program acara televisi Indonesia Lawyers Club (ILC).

“Penggunaan kata lawyers dalam ILC sudah sepatutnya dikaji kembali oleh KPI Pusat mengingat dalam acara-acara itu menampilkan adu argumentasi yang justru kebanyakan dilakukan bukan oleh advokat,” ujar Koordinator TAPPAI Jahmada Girsang seusai bertemu KPI di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Dalam pertemuan itu, TAPPAI diterima perwakilan KPI Pusat yang diwakili sejumlah tenaga ahli KPI yakni Muhammad Asmayadi (Tenaga Ahli Isi Siaran), Irfan Priyanto (Tenaga Ahli Penjatuhan Sanksi), Wayan Ardita (Tenaga Ahli Penjatuhan Sanksi),  Hayyun Indy Kurniawan (Tim Isi Siaran), dan Nandika Samjaya (Tim Isi Siaran).

Jahmada menjelaskan, kata lawyers dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan salah satunya adalah advokat. Jika bicara advokat, kata dia, itu adalah profesi terhormat atau officium nobile.

Menurut dia, kadangkala debat yang dilakukan dalam ILC malah menarik perhatian publik dengan adu argumentasi yang tidak semestinya ditampilkan, apalagi dalam siaran langsung.

Ia menilai, seringkali tayangan itu menarik perhatian publik dengan adu argumentasi yang tidak mencerminkan etika umum ataupun kode etika advokat. Bahkan, kata Jahmada, dibiarkan oleh pembawa acara.

Pada pertemuan itu, TPPAI juga menyampaikan beberapa tayangan yang kurang etis untuk ditonton publik kepada KPI.

“Kami meminta audiensi ini karena sifatnya urgensi sehingga tayangan ILC dapat segera ditinjau kembali agar nama tayangan itu tidak langsung mengkaitkan kata lawyers yang notabene adalah advokat, karena tayangan tersebut seolah-olah ditangkap oleh publik adalah acara khusus advokat, padahal nyatanya tidak demikian,” papar dia.

Dikatakan, langkah TPPAI itu merupakan bagian dari upaya menjaga muruah profesi advokat agar tetap terjaga sebagai profesi terhormat.



Sumber: PR/Suara Pembaruan