Kemdikbud Kembangkan Aplikasi Rumah Belajar Versi Mobil

Kemdikbud Kembangkan Aplikasi Rumah Belajar Versi Mobil
Duta merek Rumah Belajar Angga Yunanda (kiri) tengah menunjukkan aplikasi tersebut kepada Kepala Pustekkom Kemdikbud, Gogot Suharwoto. ( Foto: BKLM )
Maria Fatima Bona / JAS Jumat, 15 November 2019 | 17:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) telah mengembangkan portal pembelajaran Rumah Belajar dalam versi mobil.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemdikbud, Gogot Suharwoto, mengatakan, aplikasi yang berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini, kini dapat dimanfaatkan secara luas di seluruh Indonesia dan dapat diunduh di Google Playstore.

Dia juga menuturkan, pengembangan aplikasi Rumah Belajar tersebut berangkat dari kesadaran tren siswa generasi Z, yang merupakan pengguna asli dari perangkat digital. Rata-rata generasi Z menghabiskan minimal 6,5 jam per hari untuk mengakses informasi melalui ponsel pintar.

“Sebagai bentuk komitmen Kemendikbud untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam menyediakan aplikasi pembelajaran yang lebih user friendly, kini telah kita luncurkan Rumah Belajar versi mobil”, kata Gogot pada konferensi pers Anugerah Kihajar, di Balai Kartini, Jakarta,Kamis(14/11) malam.

Gogot menambahkan, selain mudah dalam pencarian konten, versi mobile terbaru ini, menyajikan tampilan yang lebih menarik sesuai dengan tren aplikasi zaman sekarang.

"Serta dilengkapi dengan fitur notifikasi konten terbaru, sehingga pengguna akan mendapatkan pop-up notification apabila ada konten terbaru dan kemudahan registrasi karena pengguna dapat log in dengan sosial media mereka. Selain itu, konten bisa diunduh dan dimanfaatkan secara luring," terangnya.

Gogot juga menyebutkan, untuk memaksimalkan desiminasi pemanfaatan Rumah Belajar, Kemdikbud juga menjaring guru-guru pilihan dengan serangkaian pelatihan berjenjang yang menghasilkan Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

Menurut Gogot, adanya Duta Rumah Belajar ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak utama yang mampu membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, baik untuk guru maupun komunitas. "Dengan hadirnya Duta Rumah Belajar maka pemanfaatan portal Rumah Belajar akan lebih optimal dan efektif," terangnya.

Pada kesempatan sama, Gogot juga memperkenalkan aktor muda, Angga Yunanda sebagai brand ambassador atau duta merek Rumah Belajar untuk menarik minat dari kaum milenial.

Pasalnya, Gogot menilai, para generasi Z ini tertarik meniru ketika melihat teman sejawatnya.

“Mereka suka melihat- melihat apa yang dilakukan oleh yang lain. Kami (Kemdikbud,red) ingin memastikan atau memberikan kesetaraan. Jadi Rumah Belajar ini enggak kalah dari aplikasi lain dan ini gratis. Makanya dengan Angga, kami pastikan anak-anak di kota hingga daerah menggunakan aplikasi Rumah Belajar,”ujarnya.

Gogot juga menegaskan, meski Rumah Belajar ini gratis digunakan oleh guru dan siswa seluruh Tanah Air, pemerintah tetap menggarap dengan serius. Apalagi hingga saat ini telah terdapat 1.131 buku sekolah elektronik (BSE), lebih dari 42.000 bank soal, 18.000 guru yang bergabung dalam kelas maya, serta 5.260 konten video, audio, dan web interaktif.

“Tahun ini kita besar-besaran. Kami sudah menyiapkan 1.200 konten yang sudah tinggal upload. Hanya tinggal QC (quality control), karena rumah belajar ini memang tidak ada unsur-unsur negatifnya,” ujar dia.

Sementara itu, Angga Yunanda selaku duta merek Rumah Belajar menuturkan, aplikasi Rumah Belajar yang diunduh di Playstore secara gratis ini sangat membantunya yang harus membagi waktu antara belajar dan syuting film. Maka, hadirnya portal Rumah Belajar membantu dia untuk dapat belajar secara online di mana saja dan sama siapa saja.

“Saya berterima kasih kepada Pustekkom untuk menjadi salah satu wajah di Rumah Belajar. Ini sesuatu luar biasa bagi saya,” aktor film Dua Garis Biru tersebut.

Angga juga mengatakan, tersedianya konten belajar berupa berbasis audio dan video yang dikemas secara menarik dan edukatif memudahkan siswa untuk melakukan percobaan-percobaan sains dalam fitur Laboratorium Maya.

"Ini salah satu yang paling menarik menurut saya, karena kita bisa melakukan percobaan-percobaan sains, dan itu bisa menjadi latihan kita sebelum melakukan percobaan sains di sekolah," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan