Tugas di BUMN, ReJo: Ahok Miliki Integritas dan Loyalitas

Tugas di BUMN, ReJo: Ahok Miliki Integritas dan Loyalitas
Mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo-Ma`ruf Amin di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Surya Lesmana / LES Jumat, 15 November 2019 | 21:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah disiapkan menjadi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian itu didapat setelah Ahok bertemu Menteri BUMN Erick Thohir pada 13 November 2019 lalu.

Terkait hal ini, Ketua Umum Relawan Jokowi atau ( ReJo) HM Darmizal menyatakan dukungan jika pemerintah memilih Ahok menjadi Komisaris Utama BUMN, apalagi di BUMN besar sektor energi yang sangat penting dan bersentuhan langsung dengan kemaslahatan masyatakat luas.

Menurut Darmizal, BUMN berkewajiban menjalankan usahanya secata efektif dan efisien guna mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan dan labanya. Dalam aksi korporasinya, selain mencari keuntungan yang sebesarnya, BUMN sekaligus berperan sosial bagi kepentingan masyarakat luas. Dua fungsi yang harus dijalankan secara bersamaan sekaligus.

"Oleh karena itu, diperlukan pemimpin BUMN yang memiliki integritas tinggi dan loyalitas kebangsaan yang tanpa reservenya," kata Darmizal, Jumat (15/11/2019).

Dijelaskan Darmizal, Ahok merupakan tokoh yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi. Bahwa ada kemungkinan kelompok tertentu yang akan merasa dirugikan atau tidak nyaman dengan kehadiran Ahok sebagai pemimpin BUMN, tidak perlu terlalu dirisaukan. “Mereka pasti gerah dan meradang karena ada potensi usaha mereka yang sudah mapan akan menjadi berantakan,” jelasnya.

Penempatan Ahok sebagai pimpinan BUMN, kata Darmizal, dapat menjadi jawaban dan kebutuhan terkini yang mendesak, dia mampu menjawab tantangan dengan kinerja yang trengginas. Oleh karena itu, setelah ditetapkan, mari kita berbaik sangka, beri kesempatan dan waktu kepada Ahok untuk membuktikan kemampuannya.

"Mari kita lihat kembali berbagai penjelasan dan sambutan Presiden Jokowi saat memberikan arahan diberbagai pertemuan. Pembukaan Kilang Masela diharapkan mampu mengurangi Impor BBM dan menutup rapat peluang bergerilyanya kembali mafia migas yang sangat merugikan negara," ujar alumni UGM Yogyakarta ini.



Sumber: Suara Pembaruan