Bahas Optimalisasi Dana Desa, Mendagri Terima Audiensi Mendes

Bahas Optimalisasi Dana Desa, Mendagri Terima Audiensi Mendes
Presiden RI Joko Widodo (tengah), bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 kepada seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Istana Negara, Jakarta, Kamis 14 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 15 November 2019 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima audiensi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Mendes) Abdul Halim Iskandar di Ruang Kerja Mendagri, Gedung A Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Jumat (15/11/2019). Tito menilai dana desa mempunyai peranan penting.

“Dana desa memiliki peran besar dalam Program Prioritas Nasional Presiden Jokowi (Joko Widodo). Nah, pertemuan tadi dalam rangka membahas optimalisasi pemanfaatan dana desa. Kita tahu, masih banyak permasalahan dana desa yang memerlukan sinergi antara kementerian maupun lembaga,” kata Tito.

Pembinaan dan pendampingan dana desa juga menjadi salah satu poin dalam pertemuan. Peningkatan pengelolaan dana desa berbasis informasi dan teknologi, bagian dari opsi dalam mengawal optimalisasi dana desa.

“Kami menyimpulkan perlu dilakukan pembinaan dan pendamping dana desa terutama peningkatan pengelolaan dana desa berbasis IT. Nantinya bagi desa yang serapannya rendah maka Kemdes (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) akan melapor ke Kemdagri, agar dilakukan pembinaan,” ungkap Tito.

Dalam pertemuan tersebut Mendagri didampingi Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemdagri, Nata Irawan. Sementara Mendes hadir beserta Sekretaris Jenderal Kemdes Anwar Sanusi, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid, dan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan, Harlina Sulistyorini.



Sumber: Suara Pembaruan