Polisi Tangkap Lagi 2 Orang dan Temukan Hutan Bakau Tempat Pembuatan Bom

Polisi Tangkap Lagi 2 Orang dan Temukan Hutan Bakau Tempat Pembuatan Bom
Polisi berjaga di depan rumah keluarga terduga pelaku aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan, di Jalan Jangka, Gang Tenteram, Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi )
Arnold H Sianturi / JAS Jumat, 15 November 2019 | 22:38 WIB

Medan, Beritasatu.com - Dua orang lagi terkait kasus ledakan bom bunuh diri oleh Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), di Markas Polrestabes Medan, Rabu (23/11/2019 kemarin, kembali diringkus polisi dari sebuah rumah di Lingkungan 20, Jalan Sentosa Barat, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara (Sumut).

Selain menangkap dua tersangka, polisi juga menemukan lokasi pembuatan bom yang berada di tengah hutan bakau.

"Memang ada yang dibawa oleh Densus 88 Antiteror bersama dengan Polda Sumut dan Polres Belawan. Ada dua orang bersaudara diamankan. Namanya adalah Haris dan Fadli. Petugas bilang bahwa mereka terkait kasus ledakan bom bunuh diri itu," ujar Kepala Lingkungan 20 Jalan Sentosa Barat, Bising Akbar, Jumat (15/11/2019).

Akbar mengatakan, ada satu orang lagi terkait dengan kasus sama yang melarikan diri sebelum petugas datang melakukan penangkapan. Orang bersangkutan itu merupakan satu perkumpulan pengajian bersama Dedek yang dipimpin oleh Salman Al Farizi dan Fahmi Junaidi. Salman dan Fahmi diduga pencuci otak Dedek.

"Berdasarkan keterangan petugas saat meminta kita datang untuk menyaksikan, Haris dan Fadli merupakan satu perkumpulan pengajian dengan Salman dan Fahmi. Rumah tempat tinggal mereka sudah dipasang garis polisi. Polisi juga mencari bahan peledak dari lokasi itu," ungkapnya.

Selain mengamankan dua terduga teroris, lanjut Akbar, petugas juga menemukan lokasi pembuatan bom oleh terduga kelompok radikal tersebut. Lokasi pembuatan bom itu tidak jauh dari kawasan Secanang Belawan, persisnya berada di tengah hutan bakau. Di hutan bakau itu juga ditemukan sebuah gubuk tempat berkumpul kelompok itu.

"Petugas sudah turun ke lokasi hutan bakau dan sedang mencari bahan peledak di sana. Petugas mencurigai bahwa masih ada bahan peledak disembunyikan di tempat itu. Memang ada kami lihat sejumlah benda yang mencurigakan diamankan oleh polisi," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan