KLHK Amankan 17 Unit Kontainer Kayu Merbau di Tanjung Perak

KLHK Amankan 17 Unit Kontainer Kayu Merbau di Tanjung Perak
Ilustrasi kayu ilegal. ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / YUD Sabtu, 16 November 2019 | 08:13 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Sebanyak 17 unit kontainer berisi kayu gergajian ilegal jenis merbau dan linggua angsana yang diangkut dengan Kapal Motor Asia Pesona (KM AP) dari Pelabuhan Wahai, Maluku Tengah, diamankan petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kayu-kayu tersebut diduga keras berasal dari kawasan hutan yang berbatasan dengan Taman Nasional Manusela, Maluku Tengah. Kayu-kayu yang hanya didapat dari kawasan hutan yang dilindungi di Maluku itu bisa lolos diduga karena ada keterlibatan oknum.

“Sekarang ini seluruh kayu yang diduga ilegal dalam kontainer itu kita amankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Nilai ekonomis dari barang bukti diperkirakan miliaran rupiah,” ujar Kepala Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra), Muhammad Nur dalam siaran persnya yang diterima SP, Jumat (15/11). Lebih lanjut Muhammad Nur menyatakan, pihaknya kini akan memeriksa pelaku dan pemilik kayu ilegal yang diamankan.

“Sekarang penyidik KLHK sedang mendalami pelaku dan pemilik kayu ilegal itu terkait keterlibatan pelaku lainnya yang mendalangi dan bertindak sebagai pemodalnya. Sebab, barang bukti kayu dan kontainer, termasuk dokumen yang menyertainya yang diduga palsu sudah kita amankan,” ujar Muhammad Nur.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa keberhasilan KLHK mengamankan kayu-kayu ilegal itu sendiri berkat informasi dari intelijen yang diterima sebelumnya. Dari informasi itu, KLHK kemudian menindaklanjuti dengan operasi penindakan bersama Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra pada, Senin (11/11) baru lalu.

Sementara itu Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua, Leonardo Gultom, pada kesempatan itu juga menegakan bahwa pemerintah sangat serius dan tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan illegal logging dan kayu ilegal.

Sesuai keterangan dari Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, selama 10 bulan terakhir telah menjalankan 1.180 operasi penindakan kejahatan terkait kehutanan, mulai dari illegal logging, perdagangan kayu ilegal, perambahan kawasan hutan, maupun perdagangan ilegal satwa dilindungi.. Untuk tahun 2019 saja, lanjut Rasio, khusus penindakan kontainer bermuatan kayu ilegal, pihaknya telah mengamankan lebih dari 400 unit kontainer asal Papua dan Maluku.

Menurut dia, operasi penindakan yang gencar dilakukan bertujuan melindungi masyarakat dan keberlangsungan ekosistem itu sendiri. Operasi penindakan itu sangat penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian akibat ilegal logging, tandasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan