Paguyuban Tionghoa: NKRI Harus Terus Dijaga

Paguyuban Tionghoa: NKRI Harus Terus Dijaga
Ilustrasi Pancasila ( Foto: istimewa / istimewa )
Stefi Thenu / WBP Minggu, 17 November 2019 | 10:12 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) berkomitmen terus bergerak dan berkembang dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

"Kita kelembagaan meski tidak berbasis agama, politik maupun ras. Kita berkumpul dalam kegiatan tahunan perlu penyegaran lagi, budaya perlu dijaga dan juga merawat persatuan. NKRI itu tidak bisa berjalan alami. NKRI harus dipupuk dijaga dan diperjuangkan," ungkap Ketua Umum PSMTI Pusat, David Herman Jaya, saat penutupan Rakernas ke-XVII PSMTI, di MG Setos Semarang, Sabtu (16/11/2019) malam.

Rakernas diikuti 809 peserta dari 30 Provinsi di Indonesia, berlangsung Kamis-Sabtu (14-16/11/2019).

Ketua Umum PSMTI Pusat, David Herman Jaya, mengatakan pada Rakernas XVII pihaknya mengangkat tema "Revitalisasi Nasionalisme melalui Pendidikan Sosial Budaya dan Ekonomi menuju Masyarakat Indonesia yang Damai Utuh dan Toleran".

Tema tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi anggota PSMTI untuk terus bergerak dan berkembang dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Selain itu, rakernas juga membahas masalah organisasi, sosial budaya, kepengurusan, serta kebersamaan anggota. Pihaknya juga berharap di usia ke- 21 dapat mengantarkan PSMTI lebih solid dan guyub, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ketua PSMTI Provinsi Jateng dan juga Koordinator Wilayah Jawa Bali NTT dan NTB, Dewi Susilo Budiharjo menambahkan, Rakernas XVII diharapkan dapat membahas langkah-langkah yang akan dilaksanakan PSMTI ke depan. "Jawa Tengah dalam hal ini di Kota Semarang menjadi tuan rumah. Lewat PSMTI bersama berkarya nyata melalui kegiatan sosial kemasyarakatan dan sosial budaya," ujar Dewi Susilo Budiharjo.

Menurut Dewi, kegiatan rakernas juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-21 PSMTI, yang diperingati setiap tanggal 28 September.

Turut hadir Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu serta Kepala Staf Kodam IV Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.

Kegiatan dilanjutkan dengan wisata budaya para peserta ke Candi Borobudur, Lasem, serta beberapa tempat wisata di Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, Klenteng Watu Gong, dan juga Klenteng Tay Kak Sie.



Sumber: Suara Pembaruan