Merapi Meletus, Ganjar Minta Masyarakat Tenang dan Waspada

Merapi Meletus, Ganjar Minta Masyarakat Tenang dan Waspada
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas letusan pada Minggu 17 November 2019. ( Foto: BPPTKG )
Stefi Thenu / CAH Minggu, 17 November 2019 | 15:43 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Jogjakarta meletus pada Minggu (17/11/2019). Letusan yang terjadi pada pukul 10.46 WIB tersebut mengakibatkan kolom letusan setinggi 1000 meter dari puncak gunung.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, letusan merapi hari ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi selama 155 detik. Asap kolom letusan Merapi berwarna kelabu dan mengarah ke arah barat.

Baca JugaMerapi Meletus, Kolom Letusan Mencapai 1.000 Meter

Dua desa dikabarkan terdampak hujan abu tipis akibat letusan Merapi, yakni di Desa Sumber dan Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Meski begitu, tidak ada gangguan yang berarti dialami oleh masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Dirinya meminta agar masyarakat selalu mengikuti apa yang diperintahkan oleh pemerintah setempat.

"BPBD kami minta siaga. Sebenarnya sudah sejak beberapa waktu lalu dilakukan pengawasan. Sudah dipantau terus pergerakannya," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Minggu (17/11/2019).

Ganjar juga memerintahkan agar para relawan pengurangan bencana serta kelompok-kelompok masyarakat peduli bencana untuk terus bergerak melakukan sosialisasi. Masyarakat harus terus diedukasi mengenai pengurangan resiko bencana.

"Jika nanti kondisinya meningkat, saya minta masyarakat untuk segera mengungsi. Keselamatan itu yang paling utama," tegas Ganjar.

Baca JugaHujan Abu Terjadi di Dua Desa Sekitar Gunung Merapi

Meletusnya Gunung Merapi bertepatan dengan dihelatnya event Borobudur Marathon 2019. Meski dikabarkan asap mengarah ke Kabupaten Magelang, namun letusan Gunung Merapi tidak mengganggu event itu.

"Tidak mengganggu sama sekali, tapi saya merasa suasana agak panas. Entah karena cuaca atau karena Merapi," tambah Ganjar.

Meski begitu, perhelatan Borobudur Marathon lanjut Ganjar berjalan sukses dan lancar.

"Tidak mengganggu, over all tidak ada gangguan. Dari awal sampai akhir acara, tidak terasa adanya gangguan seperti hujan abu atau apapun," pungkasnya.

Status gunung Merapi sampai saat ini berada di level II atau waspada. Beberapa waktu sebelumnya, Merapi beberapa kali meletus dan mengeluarkan asap tebal. Letusan sebelumnya terjadi Senin (14/10) lalu dengan kolom asap setinggi 3000 meter dari puncak. Setelah itu, Merapi kembali mengalami letusan pada November dengan kolom asap setinggi 1.500 meter dari puncak. 



Sumber: Suara Pembaruan