Mako Brimob Sumut Dijaga Ketat, Perakit Bom dan Pencuci Otak Ditahan

Mako Brimob Sumut Dijaga Ketat, Perakit Bom dan Pencuci Otak Ditahan
Densus 88 boyong empat orang ke Mako Brimob Sumatera utara. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Minggu, 17 November 2019 | 16:43 WIB

Medan, Beritasatu.com - Polisi bersenjata masih melakukan penjagaan ekstra ketat di Markas Komando (Mako) Brimob Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Penjagaan ketat itu karena 18 orang diamankan, termasuk dua terduga teroris yang tewas dalam baku tembak, masih ada di sana.

"Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Ini semua terkait dalam ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di Medan, Minggu (17/11/2019)

Mantan Wakapolda Sumut ini belum bersedia memperikan penjelasan atas keterlibatan 18 orang terkait kasus terorisme tersebut. Sebab, penanganan kasus ini panjang dan masih dalam pengembangan aparat kepolisian.

Baca JugaSudah 18 Orang Terkait Bom Medan Diamankan

"Tiga orang ditangkap dari kawasan Hamparan Perak (dua tewas). Mereka merupakan perakit bom yang digunakan Rabbial Muslim Nasution. Peran lainnya Densus yang nanti menjelaskan," katanya.

Menurutnya, sebanyak 18 orang terduga terorisme itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Sumut bersama Densus 88 masih mengejar kelompok itu. Sebab, jumlahnya masih banyak.

Berdasarkan informasi, selain mengamankan terduga teroris ahli merakit bom, petugas juga dikabarkan sudah menangkap pelaku pencucian otak. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah calon "pengantin" bom bunuh diri.

Baca JugaPenjual Es Tebu Itu Ternyata Terduga Teroris

"Dewi Anggraini istri Rabbial Muslim Nasution itu merupakan salah satu pengantin wanita yang disiapkan untuk melakukan teror bom bunuh diri. Dewi berkomunikasi dengan salah satu teroris yang sedang menjalani hukuman di Lapas Tanjung Gusta. Napi itu berinisial I," ujar seorang perwira polisi.

Napi I itu merupakan terpidana terkait kasus terorisme di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa tahun lalu. Dewi pernah menemui napi itu di lapas. Kemudian, Dewi juga masih melakukan komunikasi dengan I maupun kelompok lainnya melalui media jejaring sosial.

Dewi ditangkap polisi dari sebuah kawasan di Marelan setelah insiden bom bunuh diri oleh suaminya di Markas Polrestabes Medan, Rabu (3/11/2019) kemarin. Berdasarkan keterangan Dewi kemudian membawa petugas menangkap kelompok teroris rekan Rabbial Muslim Nasution. 



Sumber: Suara Pembaruan