Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Kebangsaan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Kebangsaan

Minggu, 17 November 2019 | 19:44 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menegaskan bahwa agama harus menjadi pemecah masalah kebangsaan dan bukan menjadi bagian dari masalah. Hal tersebut disampaikan oleh Din Syamsuddin dalam pidatonya saat menghadiri "The 2nd Baku Summit of World Religious Leaders" atau Pertemuan Puncak Para Tokoh Agama Dunia Baku Kedua di Baku, Azerbaijan pada 14-16 November 2019.

"Apalagi menjadi problem maker atau pencipta masalah, jangan sampai," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Ia menjelaskan setiap agama harus mampu menampilkan paradigma etik bagi pembangunan nasional agar pembangunan tidak salah arah dan hilang mutiara moral. Sebab jika hal itu terjadi, maka peradaban akan berubah menjadi kebiadaban.

Hal ini sejalan dengan para elite politik yang seharusnya tidak alergi dan sinis terhadap agama karena sebuah negara dan bangsa beserta ideologinya masing-masing akan semakin kuat dengan etika dan moralitas keagamaan.

"Setiap tokoh-tokoh agama di dunia hendaklah mengawal negara dan bangsa di mana mereka berada," kata Guru Besar Politik Islam Global Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Jakarta ini.

Selain itu, Din Syamsuddin dalam presentasi lainnya juga menjelaskan terkait bahayanya radikalisme dan ekstrimisme, apalagi dalam bentuk kekerasan dan bersifat anti kemanusiaan. Namun, ia mengingatkan bahwa radikalisme dan ekstrimisme itu tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga bersifat nonkeagamaan, misalnya radikalisme sekuler.

Bahkan ada pula yang lebih berbahaya, yakni jika bercampur dengan kebebasan sehingga menjadi radikalisme sekuler-liberal. Hal ini berbahaya sebab sering merasuk ke dalam sistem kehidupan nasional, termasuk politik dan ekonomi.

"Radikalisme sekuler-liberal yang merasuki sistem politik dan ekonomi negara akan membuat negara itu rusak, bahkan runtuh," ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Hal inilah yang saat ini banyak menjadi fenomena di beberapa negara sehingga mengancam ideologi negara yang ada.

Celakanya, kata dia, banyak elite politik tidak menyadari bahkan terbawa arus pengembangan isu ancaman radikalisme agama, sementara mereka tengah mengancam eksistensi negara mereka sendiri.

Pertemuan di Baku dihadiri sekitar 200 tokoh berbagai agama dunia dan dibuka oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyef. Dari Indonesia, selain Din Syamsuddin juga hadir Anggia Ermarini, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama serta anggota DPR RI.

Pada pertemuan itu dibahas sejumlah isu yang menjadi tantangan penciptaan perdamaian dunia di antaranya multikulturalisme, ekstrimisme, islamofobia, kristenofobia, anti semitisme dan ujaran kebencian. Isu-isu tersebut merupakan fenomena dunia dan menjadi kendala besar perdamaian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Herman Herry: Kapolri Telah Membuat Perubahan di Korlantas

Herman Herry menilai Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah membuat perubahan reformatif atau ke arah lebih baik di jajaran Korlantas.

NASIONAL | 22 September 2021

Kepala BNPT Resmikan Warung NKRI di Cikarang Timur

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar meresmikan Warung NKRI di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

NASIONAL | 22 September 2021

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Tersangka Suap Proyek dari Dana Hibah BNPB

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur, Anzarullah sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek dari dana hibah BNPB.

NASIONAL | 22 September 2021

Pemerintah Luncurkan Program “Ayo Kursus” untuk Masyarakat Usia Belajar

Program Ayo Kursus menyasar 24.000 orang yang tidak bersekolah dengan umur di bawah 25 tahun.

NASIONAL | 22 September 2021

Gempa Bumi 5,2 M Guncang Maluku Utara

Gempa bumi magnitudo (M) 5,2 melanda wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu (22/9/2021) malam sekitar pukul 19:03:31 WIB.

NASIONAL | 22 September 2021

Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya, Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin kembali dijerat. Kali ini, Alex ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya.

NASIONAL | 22 September 2021

Alex Noerdin Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pemberian dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

NASIONAL | 22 September 2021

Terima Suap Rp 5 M, Eks Pejabat Pajak Sunat Pajak Bank Panin Rp 600 M

Eks pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno dan Dadan Ramdani didakwa menerima Rp 5 miliar untuk menurunkan nilai pajak Bank Panin senilai Rp 600 miliar.

NASIONAL | 22 September 2021

Cakupan Vaksinasi di Banten Rendah karena Pasokan Vaksin dari Pusat Kurang

Menurut Andika, dari target sekitar 18 juta dosis vaksinasi Covid-19 di Provinsi Banten, pemerintah pusat baru mengalokasikan sekitar 8,5 juta dosis.

NASIONAL | 22 September 2021

Satgas Nemangkawi Bekuk ASN Pemasok Amunisi KKB

Satgas Nemangkawi berhasil menangkap oknum aparatur negeri sipil (ASN) Kabupaten Yahukimo berinisial ES.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Herman Herry: Kapolri Telah Membuat Perubahan di Korlantas

Herman Herry: Kapolri Telah Membuat Perubahan di Korlantas

NASIONAL | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings