Peran Kagama Dibutuhkan untuk Wujudkan Indonesia Maju

Peran Kagama Dibutuhkan untuk Wujudkan Indonesia Maju
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Pembukaan Musyawarah Nasional XIII Kagama di Sanur, Denpasar. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 17 November 2019 | 20:34 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo menitipkan pesan pada seluruh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) untuk selalu menjadi garda terdepan dalam menggalang sinergi untuk Indonesia Maju.

"Untuk Indonesia Maju diperlukan sinergi dan semangat kolaborasi, kita tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri, ajak alumni perguruan tinggi lain, ajak teman, ajak saudara kita sebangsa setanah air untuk bergandengan tangan, memperkuat persatuan dan solidaritas, untuk memajukan negeri," kata Presiden dalam sambutannya yang disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Pembukaan Musyawarah Nasional XIII Kagama di Sanur, Denpasar dalam keterangannya, Minggu (17/11/2019).

Menurut Jokowi, kecepatan untuk mewujudkan visi sebagai Indonesia Maju tidak hanya ditentukan oleh presiden dan para menteri, tetapi memerlukan gerak langkah semua, seluruh anak bangsa termasuk Kagama.

Apalagi untuk mewujudkan target Indonesia masuk dalam lima besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan yang mendekati nol persen, harus dikejar dengan kerja keras dan kerja produktif.

"Karena itu, gerak menuju Indonesia Maju, kita semua harus betul-betul satu langkah, satu irama, maju bersama. Tidak mungkin satunya beralih, yang lain jalan-jalan di tempat," ujar dia pada acara yang dihadiri ratusan anggota atau pengurus Kagama perwakilan seluruh provinsi di Indonesia itu.

Selain itu, Presiden Jokowi yang juga lulusan UGM itu meminta Kagama harus hadir menjadi simpul dari anak-anak bangsa dalam merajut persatuan di tengah kebinnekaan. "Kagama harus menjadi pelopor toleransi dan kerukunan antarelemen bangsa. Kagama harus hadir memberikan manfaat bagi sekitarnya, bagi daerahnya. Dengan pemikiran cerdas dan inovatif, kerja keras dan produktif dalam memberikan semangat guyub, rukun dan selalu rukun," ujarnya.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Munas XIII dilaksanakan secara cermat, hati-hati, karena ingin memberikan sesuatu yang bermakna bagi bangsa, serta di manapun anggota Kagama yang ada di Indonesia memiliki rasa kebersamaan.

"Saya mengapresiasi anggota banyak sekali yang hadir, antusias dari Papua, dari Aceh, dari Kalimantan, Sulawesi hadir semuanya. Ini menunjukkan di tengah kesibukannya rekan-rekan kami selalu kompak dan memang selalu guyub, rukun dan bermanfaat," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih. Dengan digelarnya Munas Kagama di Bali, kunjungan wisatawan yang sedang menurun bisa lebih meningkat.

Di samping itu, dirinya juga menyampaikan kondisi ekonomi Bali yang memiliki ketergantungan ekonomi sangat tinggi pada pariwisata. Pihaknya sedang menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif.

Wayan juga menyampaikan keyakinannya pada Kagama, yang kedepannya akan selalu membawa suasana kebersamaan dan persatuan dalam bingkai NKRI.

Munas Kagama ke-XIII secara resmi dibuka oleh Budi secara simbolis. Dalam acara tersebut hadir beberapa tamu lain di antaranya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rektor UGM Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng., dan jajarannya, Kepala BMKG Prof. Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Ketua Dewan Guru Besar Prof. Drs. Koentjoro, MBSc.,Ph.D., beberapa dekan fakultas dan jajarannya di UGM, serta Pengda dan Pengcab KAGAMA dari berbagai daerah.



Sumber: BeritaSatu.com