BPPTKG: Letusan Merapi Berpotensi Terus Terjadi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPPTKG: Letusan Merapi Berpotensi Terus Terjadi

Minggu, 17 November 2019 | 22:16 WIB
Oleh : CAH

Yogyakarta, Beritasatu.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan letusan Gunung Merapi seperti yang terjadi pada Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB masih berpotensi terus terjadi.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma (Gunung Merapi) masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan berupa awan panas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanik masih memiliki jangkauan kurang dari radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.

Jangkauan awan panas itu, menurut dia, diukur berdasarkan volume kubah lava yang sebesar 416.000 meter kubik berdasarkan data drone pada 30 Oktober 2019.

"Masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi," kata Hanik melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Minggu (17/11/2019)..

Hanik menjelaskan bahwa peristiwa letusan yang terjadi pada Minggu (17/11/2019) dengan tinggi kolom 1.000 meter pemicunya masih sama dengan letusan sebelumnya, yakni tekanan akumulasi gas vulkanik.

Sedangkan akumulasi gas itu kemungkinan dipicu adanya sumbat lava yang terangkat ke permukaan Gunung Merapi akibat peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

"Adanya aktivitas dari dalam menyebabkan sumbat lava muncul dipermukaan. Dengan adanya sumbat lava kemungkinan gas terakumulasi," kata Hanik saat dihubungi di Yogyakarta, pada Sabtu (9/11/2019).

Awan panas letusan sebelumnya juga dikeluarkan Gunung Merapi pada Sabtu (9/11) dengan tinggi kolom 1.500 meter. Awan panas letusan itu memiliki amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik dengan jarak luncuran diperkirakan sejauh 1.500 meter.

Pasca letusan Merapi pada 9 November 2019 yakni pada 15-16 November 2019 kegempaan kembali meningkat. Seismograf mencatat gempa rata-rata vulkano- tektonik dalam (VTA) 15 kali per hari, dan multiphase (MP) 75 kali per hari.

Kemudian pada tanggal 17 November pukul 00.00-11.00 WIB, BPPTKG mencatat gempa VTA 3 kali, VTB 4 kali, dan MP 16 kali di Gunung Merapi. Peningkatan kegempaan ini diduga mencerminkan akumulasi tekanan gas di bawah permukaan kubah yang berasal dari dapur magma di kedalaman lebih dari 3 km.

Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange.

Akibat letusan pada Minggu (17/11/2019), hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dengan arah dominan ke sektor Barat sejauh 15 km dari puncak yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Novel, Gantian Dewi Tanjung Dilaporkan ke Polisi

Dewi dilaporkan karena diduga telah membuat laporan atau pengaduan palsu soal tudingan rekayasa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

NASIONAL | 17 November 2019

Ganjar Apresiasi Kekompakan Kagama

Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan Kagama menjadi keunikan tersendiri.

NASIONAL | 17 November 2019

Polres Cianjur Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Pekerja migran atau tenaga kerja wanita (TKW) disekap pasangan suami istri.

NASIONAL | 17 November 2019

Upacara Adat Appalili Pertanda Musim Tanam di Maros

Appalili mengedepankan gotong royong dan musyawarah mufakat.

NASIONAL | 17 November 2019

Rehabilitasi Hutan dan Lahan Rp 2,7 Triliun Serap Tenaga Kerja

Indonesia perlu menanam 800.000 ha/tahun agar memiliki iklim yang stabil dan sejuk.

NASIONAL | 17 November 2019

Dua Lagi Jenazah Pekerja Migran NTT Tiba di Kupang

Enam jenazah pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke NTT dalam bulan November 2019.

NASIONAL | 17 November 2019

Peran Kagama Dibutuhkan untuk Wujudkan Indonesia Maju

Menurut Jokowi, kecepatan untuk mewujudkan visi sebagai Indonesia Maju tidak hanya ditentukan oleh presiden dan para menteri, tetapi semuanya.

NASIONAL | 17 November 2019

Perbaiki RUU KUHP, Presiden Diminta Bentuk Komite Ahli

Pembentukan komite ahli merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sentral dalam pembahasan RUU KUHP.

NASIONAL | 17 November 2019

ICJR Sebut 3 Isu Mendasar Luput dari Pembahasan RUU KUHP

Ketiga isu tersebut dinilai penting bagi peningkatan investasi dan pembangunan manusia.

NASIONAL | 17 November 2019

Macan Tutul Terkam Petani Hingga Tewas di Sumsel

Terdapat luka cakaran di bagian kepala dan luka agak dalam di leher korban.

NASIONAL | 17 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS