Densus 88 Sisir Persembunyian Teroris

Densus 88 Sisir Persembunyian Teroris
Ilustrasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris. ( Foto: Antara/Muhammad Iqbal )
Arnold H Sianturi / CAH Senin, 18 November 2019 | 09:15 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bekerjasama dengan Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi persembunyian terduga teroris, Senin (18/11/2019). Penyisiran dilakukan di Belawan, Hamparan Perak sampai di luar Sumut.

Penyisiran oleh petugas gabungan ini dilakukan setelah melakukan pemeriksaan atas 18 orang terduga teroris yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus bom bunuh diri oleh Rabbial Muslim Nasution di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Berdasarkan informasi yang kabar beredar, sebanyak 18 terduga teroris yang ditangkap itu meliputi orang yang memerintahkan melakukan bom bunuh diri, perekrut calon pengantin, pembuat bom rakitan maupun calon pengantin bom. Seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan di Markas Brimob Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Baca Juga: Terduga Teroris di Sumut Berbaiat ke ISIS

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, belum berhasil dihubungi. Namun, sebelumnya Agus mengungkapkan, bahwa Polda Sumut masih melakukan pengembangan dengan mengejar terduga teroris lainnya.

Saat itu, Agus mengungkapkan, identitas tiga terduga teroris yang ditangkap setelah baku tembak dengan petugas di Hamparan Perak berinisial A, K dan P. Namun, Agus tidak menyebutkan identitas lengkap dua dari tiga teroris yang tewas tersebut. Jenazah dua terduga teroris itu masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Baca JugaMako Brimob Sumut Dijaga Ketat, Perakit Bom dan Pencuci Otak Ditahan

Sementara itu, beredar di masyarakat atas identitas sejumlah teroris yang ditangkap dan tergabung dalam kelompok pengajian pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. Pengungkapan kasus ini berjalan cepat setelah polisi memeriksa Dewi Anggraini istri Rabbial Muslim Nasution.

Berdasarkan keterangan Dewi yang turut ditetapkan sebagai tersangka itu, polisi bergerak cepat menangkap kelompok radikal lainnya. Beredar sejumlah nama yang sudah diamankan itu adalah, Aris, Fadli, Andri, Salman Al Farizi bersama istri bernama Mawarni, Fahri Junaidi.

Kemudian, Syarief bersama istri bernama Ainun, Yanto, Diki Herawan (25) bersama istrinya, kemudian Safitri. Mereka ditangkap dari kawasan Marelan, Belawan, Hamparan Perak, Binjai, Jalan Jermal VI dan Aceh. 



Sumber: Suara Pembaruan