Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

Sekolah Bebas Tentukan Pemeringkatan Siswa

Sekolah Bebas Tentukan Pemeringkatan Siswa
Pelajar dari National Chimei Senior High School Taiwan belajar membatik dengan motif wayang di SMA Muhammadiyah 2, Surabaya, Jawa Timur, Senin 4 November 2019. Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja sama "sister school" tersebut untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Indonesia. ( Foto: Antara Foto )
Maria Fatima Bona / EAS Sabtu, 16 November 2019 | 19:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) resmi meluncurkan sistem penerimaan mahasiswa baru untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) pada 2020. Dikatakan Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi, pada 2020 pemeringkatan siswa diserahkan pada sekolah masing-masing. Sebelumnya, pemeringkatakan siswa ditentukan oleh perguruan tinggi.

"Pemeringkatan atas dasar akreditasi sekolah misalnya 40% yang akreditasinya A, kita serahkan kepada sekolah masing-masing. Akan dikirim ke sistem kami yang sekarang ini yakni pakai SSO (single sign on), yang selama ini terkontrol dengan baik,” kata Ravik pada konferensi pers peluncuran sistem penerimaan mahasiswa baru PTN 2020, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Namun, hingga saat ini, dikatakan Ravik, sistem masih mengunakan tiga jalur, yaitu seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) berdasarkan nilai akademik sebesar minimal 20%, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) minimal 40% mengunakan nilai ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) dengan passing grade ditentukan masing-masing perguruan tinggi, dan ujian mandiri (UM) minimal 30%.

Ravik menuturkan, untuk penyelenggaraan masuk PTN akan ada beberapa inovasi baru, yakni pada SNMPTN sebelumnya sekolah hanya mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sesuai dengan jenis akreditasi, yakni untuk sekolah dengan akreditasi A, dapat mendaftarkan 40% peserta didik terbaiknya. Bagi sekolah yang terakreditasi B sebesar 25% dari jumlah siswa terbaiknya, dan sekolah dengan akreditasi C serta lainnya dapat mendaftarkan 5% dari siswa terbaiknya. Mendatang, pada 2020 pemeringkatan siswa diserahkan pada sekolah masing-masing

Ravik menuturkan, inovasi dengan cara memberi tanggung jawab sepenuhnya nama-nama peserta SNMPTN pada sekolah, dilakukan atas pertimbangan sekolah tentu tidak dapat melakukan manipulasi data. Pasalnya, para siswa yang akan didaftarkan ini dipertimbangkan dari nilai rapor dan atas pengawasan orang tua, masyarakat dan komite sekolah.

Selanjutnya, Ravik juga menuturkan, panitia LTMPT juga memiliki tim untuk melakukan cross check terhadap nilai-nilai yang dimasukkan, mulai dari nilai semester satu sampai semester lima.

"Atas dasar itu semua, kami akan menanyakan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Basisnya kami percaya kepada sekolah. Sekolah mudah-mudahan bisa mengemban kepercayaan kami ini,” ujar Ravik.

Lebih lanjut, Ravik menjelaskan, bagi para calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 melalui penerapan SSO, pada tahap awal pendaftaran setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.



Sumber: Suara Pembaruan