Perusahaan di Malaysia Dukung Pelayanan Paspor “Jemput Bola”

Perusahaan di Malaysia Dukung Pelayanan Paspor “Jemput Bola”
Gardi Gazarin / BW Senin, 18 November 2019 | 14:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah perusahaan kelapa sawit di Wilayah Sarawak, Malaysia, mendukung pelayanan paspor sistem "jemput bola" yang dilakukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Pelayanan dini pengadaan dokumen tersebut diharapkan lebih memudahkan pengadaan paspor sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami juga tentunya sangat mendukung adanya program pelayanan pembuatan paspor dengan sistem “jemput bola” yang dilakukan oleh KJRI Kuching kepada para PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang kerja di perusahaan kami," kata Staf Sime Darby Plantation Sarawak Sdn Bhd, Wan Sopan Sofian bin wan Muhammad, di Bintulu, Senin (18/11/2019).

Dirjen Imigrasi RI Ronny F Sompie membenarkan inovasi pelayanan penerbitan paspor terus dimaksimalkan dengan mempermudah masyarakat via kerja sama dengan instansi terkait di dalam dan luar negeri. Terobosan ini untuk kepentingan pelayanan yang sesuai prosedur.

Dengan adanya pelayanan jemput bola tersebut, perusahaannya sangat terbantu. Khususnya kepada PMI dalam mengurus atau memperpanjang paspor dan izin kerja mereka sekaligus, karena tanpa harus mengganggu pekerjaan mereka.

Biasanya, kalau ingin mengurus paspor, mereka harus ke KJRI di Kuching. Karena jaraknya jauh, mereka harus menginap dan hingga empat hari. Kemudian selain memakan waktu lama, juga memerlukan biaya yang besar untuk makan minum, sewa kamar untuk menginap selama mengurus paspor di KJRI Kuching.

Nelsiana Bonusu (27), salah seorang PMI asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, dia sangat mengapresiasi upaya “jemput bola” yang dilakukan KJRI Kuching untuk perpanjangan paspor.

"Saya masuk ke Sarawak, Malaysia ini sejak 2016 lalu. Saya termasuk beruntung bisa mendapatkan pelayanan pembuatan paspor melalui sistem “jemput bola”, sehingga tidak perlu ke Kuching dan cukup di perusahaan tempat bekerja saja, karena pihak KJRI datang sendiri. Dan pelayanannya juga sangat mudah dan cepat yang penting persyaratan sudah lengkap," katanya.

Nelsiana bersama suami membawa anaknya bekerja di perusahaan sawit Sime Darby Plantation Sarawak Sdn Bhd. “Dengan perhatian pemerintah Indonesia terhadap para PMI, kami ucapkan banyak terima kasih khususnya kepada KJRI Kuching," kata Bonusu.



Sumber: Suara Pembaruan