Produksi Telur di Jawa Timur Aman untuk Dikonsumsi

Produksi Telur di Jawa Timur Aman untuk Dikonsumsi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau peternakan ayam di Malang, Minggu, 17 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Teguh LR )
Teguh L Rahmadi / JEM Senin, 18 November 2019 | 14:34 WIB

Malang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir mengonsumsi telur yang diproduksi peternak ayam petelur Jatim. Telur yang beredar di masyarakat adalah sehat dan diproduksi dengan menerapkan pola good farming practices.

Disebutkan, sekitar 96,3 persen telur di Jawa Timur dihasilkan dari ayam ras petelur yang sudah menerapkan good farming practices. Sisanya 3,7 persen adalah telur dari ayam buras/kampung yang belum dikandangkan secara permanen, di antaranya ditemukan di daerah Tropodo, Kabupaten Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim saat melakukan kunjungan ke Kelompok Telur Intan di Kecamatan Tumpang, Malang, Minggu (17/11/2019).

Khofifah mengungkapkan, imbauan ini disampaikan sehubungan dengan adanya rilis hasil penelitian jaringan kesehatan global (IPEN). Dalam rilis itu disebutkan, ayam buras/kampung yang dipelihara secara umbaran dan mencari makan di tumpukan plastik di daerah Tropodo, Sidoarjo, memiliki tingkat kontaminasi dioksin terparah kedua sedunia.

Untuk memastikan bahwa peternakan rakyat sudah menerapkan good farming practices, maka Gubernur Khofifah melakukan kunjungan langsung ke daerah peternakan rakyat ayam petelur di Plumpang - Malang.

Kunjungan tersebut difokuskan di peternakan milik H Kholik yang memiliki populasi 300 ribu ekor ayam, dengan produksi telur 14 ton/hari atau setara 210 ribu butir/hari.

Di mana, di peternakan ini quality control-nya sangat terjaga. Bahkan, telur-telur yang dipasarkan peternakan ini hanya yang Grade A atau kualitas terbaik.

"Sedangkan yang Grade B tidak dipasarkan. Untuk itu, telur Grade A aman dikonsumsi masyarakat," kata Khofifah.

Dikatakan, produksi telur unggas di Jatim pada tahun 2018 mencapai 543,56 ribu ton atau setara 8,2 miliyar butir telur. Serta berkontribusi sebesar 29 persen terhadap nasional atau peringkat 1 nasional. Jatim telah surplus telur unggas mencapai 2,8 miliar butir telur.

Good farming practices merupakan tata laksana peternakan meliputi aktivitas teknis dan higinis dalam hal pemeliharaan sehari-hari, cara dan sistem pemberian pakan, sanitasi, serta pencegahan dan pengobatan penyakit.

 



Sumber: Suara Pembaruan