Kelompok Teroris Sumut Diduga Memulai Gerakannya Sejak 2015
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kelompok Teroris Sumut Diduga Memulai Gerakannya Sejak 2015

Senin, 18 November 2019 | 14:52 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Sekitar 4-5 tahun lalu atau sekitar tahun 2015, warga sudah melihat adanya aktivitas sekelompok orang yang diduga terlibat gerakan radikalisme di Lingkungan 20, Jalan Sentosa Barat, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara (Sumut).

Djuhadi (75), warga yang paling dituakan di lingkungan itu mengungkapkan, kelompok itu berjumlah puluhan orang dan sering melakukan pengajian. “Pengajian dilaksanakan di rumah pasangan suami istri Syafri dan Ainun,” kata Djuhadi yang bertetangga dengan Syafri dan Ainun.

"Syafri itu diduga sudah lama terpapar radikal, termasuk ketika masih bekerja sebagai sekurit di Ujung Baru Belawan. Dia dipecat dari tempatnya bekerja beberapa bulan lalu. Dipecat karena tidak mau menghormat bendera," sebut Djuhadi yang ditemui di kediamannya di Sicanang.

Rumah yang ditempati Syafri bersama istri dan dua orang anaknya, lanjut Djuhadi, sebelumnya ditempati Iwan mertua Syafri. Iwan susah lama meninggalkan rumah itu menyusul istri dan anak-anaknya untuk tinggal di Bengkulu.

"Masyarakat di sini sudah lama mencurigai kelompok pengajian mereka, termasuk pelaku bom bunuh diri di kantor polisi tersebut, ikut dalam pengajian di rumah Syafri. Orang sini tidak dihiraukannya, bahkan dianggap kafir," ungkap Djuhadi.

Pelaku bom bunuh diri yang dimaksud Djuhadi adalah Rabbial Muslim Nasution (24). Ia tewas seketika setelah meledakan bom yang melekat di tubuhnya pada Rabu (13/11/2019) di Mapolrestabes Medan, Sumut.

Selama tinggal di rumah itu, kata Djuhali, kehidupan Syafri dan istriya sangat tertutup. Mereka hanya berkomunikasi dengan kelompok pengajiannya.

"Gelagat Syafri itu memang sudah lama terlihat mencurigakan. Bahkan, penampilan istrinya pun berubah. Istrinya menggunakan cadar dan juga menjadi orang yang tertutup. Mereka hanya menerima kelompok pengajiannya. Jumlahnya puluhan orang," kata Djuhadi.

Berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggal Syafri, ada rumah Rumah Rudi Suharto yang turut digeledah polisi. Anak Rudi yakni, Aris dan Fadli sudah diamankan polisi. Sementara Andri masih diburon.

Menurut Djuhadi, Syafri selama ini hanya menjalin komunikasi dengan Aris, Andri dan Fadli anak Rudi Suharto.

Selain berkumpul di rumah Syafri, para anggota kelompok yang suka ngumpul di rumah Syafri itu juga diketahui sering bertemu di sebuah gubuk di lokasi tambak udang dan ikan di ujung Lingkungan 20.

Lokasi tambak ini dikelola oleh keluarga Rudi Suharto yang berada di hutan bakau. Jalan menuju lokasi tambak sangat kecil namun sudah dibeton. Letaknya sekitar 40 km dari Medan di pinggir laut. Di tempat inilah kelompok tersebut diduga merakit bom bunuh diri yang digunakan Rabbial.

Setelah peristiwa ledakan bom bunuh diri oleh Rabbial di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi, Syafri bersama tiga orang lainnya, Rabu sore harinya, meninggalkan rumahnya dengan mengendarai dua sepeda motor. Sejak itu, Syafri menghilang.

Rudi Suharto (52) yang akrab dipanggil Ucok, mengaku mengenal Rabbial karena pernah ke rumah menemui tiga orang putranya. "Meski pandangan mata saya samar-samar, saat melihat berita ledakan bom bunuh diri di kantor polisi tersebut, saya sangat yakin bahwa pelaku itu adalah teman ketiga anak saya," ujar Rudi Suharto saat ditemui di rumahnya di Lingkungan 20, Sentosa Barat, Medan Belawan.

Ucok menyampaikan, dirinya baru melihat wajah pelaku bom bunuh diri itu dari berita televisi pascakejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Jujur saya mengakui, anak saya Aris, Adri dan Fadli itu ikut dalam satu perkumpulan pengajian dengan temannya bernama Dedek (Rabbiak) itu. Kegiatan anak saya dalam pengajian itu berjalan sekitar satu tahun. Pelaku bom bunuh diri itu datang kemari dalam tiga bulan terakhir ini. Saya sangat terpukul, sedih dan malu atas kejadian ini," katanya.

Ucok menaruh rasa curiga atas keterkaitan anak - anaknya setelah melihat Andri yang pada sore hari itu pulang ke rumah setelah balik dari lokasi tambak. Saat itu, Andri hendak mengambil nasi untuk makan. Ucok melihat Andri secara sekilas melihat siaran berita di televisi itu. Andri langsung bergegas balik menuju kolam.

"Andri kemudian kembali ke rumah saat saya kembali mengurusi kambing di ladang. Dia mengambil pakaian dan sampai saat ini tidak lagi kelihatan. Saya semakin menaruh rasa curiga ketika melihat Kepala Lingkungan (Kepling) Jehadun Bahar (52), datang menemui saya mencari keberadaan anak - anaknya," ungkapnya.

Ucok kemudian menginterogasi Aris dan Fadli. Dia melarang kedua anaknya ntuk keluar rumah. Ucok kemudian membawa kedua anaknya itu ke rumah kepling Jehadun. Tidak lama kemudian, kepling menghubungi aparat kepolisian. Keduanya pun akhirnya diboyong untuk menjalani proses pemeriksaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Peparnas XVI Papua Siap Digelar untuk Menjaring Bibit Unggul

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa Peparnas XVI akan menjadi ajang meningkatkan prestasi para atlet.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mekeng Tolak Wacana Pembubaran Densus 88

Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menolak wacana pembubaran Densus 88 Antiteror Polri. Densus 88 lahir atas amanat UU Pemberantasan Terorisme.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kapolri Minta Anggota Langgar Aturan Ditindak Tegas

Kapolri menerbitkan surat telegram kepada jajaran Polda di Indonesia, merespon terjadinya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oknum anggota.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan Anggota FPI Tidak Ajukan Nota Keberatan

Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan, dua anggota Polri yang didakwa membunuh empat anggota Laskar FPI tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan jaksa.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Inovasi Stiker Hologram Pajak Kendaraan Kemendagri Diapresiasi

Inovasi digitalisasi pajak kendaraan dalam bentuk stiker hologram yang diluncurkan Kemendagri bersama Korlantas Polri dan Jasa Raharja diapresiasi.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Sandiaga Memberdayakan Masyarakat Lewat Konservasi Penyu

Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata juga menciptakan lapangan kerja di mana masyarakat bisa diberdayakan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Pemerintah Minta PTM Anak SD Dilaksanakan dengan Hati-hati

Pemerintah secara terbuka meminta agar sekolah tatap muka, khususnya untuk anak usia muda yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan hati-hati.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

Jaksa penuntut umum mendakwa dua anggota polisi, Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan telah menganiaya dan membunuh 4 anggota FPI di KM 50 Tol Japek.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Minta Tak Seret Namanya, Azis Syamsuddin Panggil Rita Widyasari dengan Sebutan Bunda

Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memanggil Rita Widyasari dengan bunda saat meminta mantan Bupati Kukar itu tak menyeret namanya jika diperiksa KPK.

NASIONAL | 18 Oktober 2021



TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Garda Pemuda Nasdem Telah Distribusikan 15.219 Dosis Vaksin ke Warga Jabodetabek

Garda Pemuda Nasdem Telah Distribusikan 15.219 Dosis Vaksin ke Warga Jabodetabek

KESEHATAN | 25 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings