Ini 20 Identitas Tersangka yang Terlibat Bom Bunuh Diri

Ini 20 Identitas Tersangka yang Terlibat Bom Bunuh Diri
Foto sesaat setelah kejadian ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) ( Foto: istimewa / istimewa )
Farouk Arnaz / JAS Senin, 18 November 2019 | 15:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 22 orang telah ditangkap dan menyerahkan diri setelah Rabbial Muslim Nasution (RMN) nekat meledakkan dirinya di kantor Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB.

Dari jumlah itu ada 3 orang yang tewas termasuk RMN sedangkan dua lainnya ditembak polisi. Mereka dipastikan adalah jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Sumatera Utara.

Selain DA, istri dari RMN, dan amir JAD Medan berinisial Y alias Yanto, polisi membeberkan identitas 20 tersangka yang lain berikut perannya.

Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (18/11/2019) mereka adalah:

1. MAI, ditangkap di Medan pada 13 November, kelompoknya adalah JAD. Perannya adalah memfasilitasi tempat berkumpulnya kelompok jaringan tersebut, mengikuti baiat kepada pimpinan ISIS yang saat ini dipimpin Abu Ibrahim Al Hasimi Al Quraishi, ikut melaksanakan latihan di Gunung Sibayak pada bulan Mei tahun 2019.

2. MN, masuk ke jaringan JAD kelompok Y. Keterlibatan berbaiat kepada ISIS maupun ikut aktif di dalam kelompok JAD Y.

3. AL, ditangkap di Medan tanggal 14 November 2019. Mengetahui perakitan bom yang dilakukan oleh dua tersangka yang meninggal K dan P saat ditangkap. Perakitan bom dilakukan di rumah saudara P, mengetahui pelaksanaan perakitan bom maupun tas yang akan digunakan oleh saudara RMN untuk melakukan bom bunuh diri, mengikuti baiat secara bersama. Kelompok ini ada yang membaiatnya sendiri-sendiri ada yang secara kelompok bersama-sama langsung ke ISIS ke Abu Ibrahim Al Hasimi Al Quraishi.

4. AS, ditangkap di Medan pada 14 November. AS juga anggota dari kelompok JAD Y, ikut bersama-sama membaiat diri ke ISIS, melaksanakan latihan di Gunung Sibayak, diajak dan dimotivasi oleh RMN untuk melakukan perlawanan terhadap anggota Kepolisian khususnya di jalan Belawan, mengetahui tas yang akan digunakan oleh tersangka RMN untuk melakukan suicide bomber beserta pelatihan.

5. F, ditangkap di Medan tanggal 14 November, keterlibatannya membaiat diri serta ikut serta melaksanakan pelatihan atau idad.

6. S, seorang perempuan. Ditangkap di Medan tanggal 14 masuk ke dalam kelompok JAD amirnya Y.7.

7. DH, ditangkap Jumat, 15 November 2019 di Medan, ikut membaiat diri kepada ISIS, mengikuti latihan fisik di Gunung Sibayak, mengetahui rencana pelaksanaan teroris atau aksi teroris yang akan dilaksanakan oleh tersangka RMN.

8. KS alias Abu Munzir, ditangkap pada 15 November 2019 di Medan, masuk kedalam jaringan JAD Y, mengikuti pelatihan di Gunung Sibayak sekaligus ikut membaiat diri kepada pimpinan ISIS, mengetahui sasaran aksi terorisme yang dilakukan RMN, mengetahui K dan P memiliki bom.

9. S, tertangkap di Banda Aceh pada tanggal 16 November. Keterlibatan memfasilitasi tempat kelompok Y dan rumahnya bersama-sama dijadikan tempat untuk membaiatkan diri ke ISIS, ikut latihan atau idad di Gunung Sibayak.

10. S, ditangkap di Banda Aceh tanggal 16 November, anggota JAD pimpinan Y, mengetahui K yang meracik bom di kamarnya pada tanggal 12 November 2019 yang lalu, ikut pelatihan di Gunung Sibayak pada bulan Mei 2016.

11. Z alias Jaka, ditangkap di Banda Aceh pada 16 November JAD pimpinan Y, mengikuti latihan di Gunung Sibayak sudah membaiat ke ISIS sebanyak 2 kali baik pimpinan lama maupun baru.

12. MFJ, ditangkap tanggal 16 November di Medan, Sumut, masuk ke dalam kelompok JAD Y, ikut melaksanakan baiat diri, mengikuti latihan di Gunung Simbayak sebanyak 2 kali, mengetahui senjata rakitan yang dimiliki oleh L.

13. SS, ditangkap tanggal 16 November di Medan, masuk dalam kelompok JAD Y, mengetahui sudah dibuat bom untuk RMN, ikut membaiat diri, ikuti latihan di Gunung Sibayak sebanyak 2 kali.

14. W alias Yunus menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut pada 17 November pukul 19.15 WIB. Bersangkutan terlibat langsung dalam kelompok JAD Y, maupun ikut membaiat ke ISIS yang baru, mengikuti latihan di Gunung Sibayak dan pernah menitipkan senjata api rakitan yang diterima oleh AS dan AL.

15. DS, menyerahkan diri pada tanggal 17 November pukul 19.15 di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, keterlibatan sama seperti di atas.

16. IF, menyerahkan diri pada tanggal 17 November 2019 di Medan, keterlibatan membaiat ke ISIS yang baru, ikut latihan di Gunung Sibayak dan aktif dalam kelompok JAD Y.

17. DS alias Hendro, menyerahkan diri di Medan pada tanggal 17 November 2019, yang bersangkutan juga ikut membaiat diri ke ISIS yang baru, ikut latihan di Gunung Sibayak dan aktif dalam kelompok JAD Y dan mengetahui senjata api rakitan kepada AS dan AL.

18. AH ditangkap pada tanggal 17 November di Medan, keterlibatan aktif dalam kelompok JAD Y, membaiat diri kepada ISIS yang baru, mengikuti latihan di Gunung Sibayak bersama beberapa beberapa orang, menerima dan menyimpan senjata rakitan dari saudara Y yang sebelumnya ditipkan oleh AS dan AL.

19. AP, ditangkap hari Kamis, 16 November 2011 di wilayah Medan. Dia ditembak karena menyerang Densus. Perannya ikut membuat bahan peledak bersama K, mengetahui, merencanakan sasaran tindak pidana terorisme yang akan dilakukan oleh RMN, mengikuti latihan di Gunung Sibayak.

20. K alias Khoir, meninggal dunia ditembak. Ditangkap tanggal 16 November 2019 di Medan, JAD pimpinan atau Amir Y, berperan mengumpulkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat bom.

Mereka yang meninggal dunia ini, memiliki kualifikasi merakit bom dan melakukan pembuatan bom untuk RMN yang digunakan untuk melakukan aksi terorisme di Mapolresta Medan.

Mereka juga mengetahui rencana dan sasaran yang akan dilakukan oleh RMN dan ikut melakukan latihan di Gunung Sibayak dengan menggunakan panah maupun dengan menggunakan senjata api rakitan.

 



Sumber: BeritaSatu.com