Kementerian Agama Minta Uang Jamaah First Travel Dikembalikan

Kementerian Agama Minta Uang Jamaah First Travel Dikembalikan
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi ( Foto: Ist )
Aichi Halik / AHL Senin, 18 November 2019 | 17:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, pihaknya mendukung upaya pengembalian aset First Travel, yang menjadi barang bukti sitaan negara, kepada calon jamaah korban penipuan Biro Perjalanan Haji dan Umrah tersebut.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasinya memerintahkan aset First Travel menjadi rampasan negara.

Menurut Zainut, Kementerian Agama (Kemag) telah memiliki catatan sendiri agar para korban yang gagal berangkat umrah dapat memperoleh haknya kembali. Ia menyerahkan sepenuhnya urusan itu kepada mekanisme hukum yang berlaku.

"Kalau dari pihak kami saya kira karena itu adalah hak jamaah itu adalah hak masyarakat ya itu harus dikembalikan," kata Zainut Tauhid di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

"Bahkan, itu sudah menjadi catatan kami dalam Kemenag bahwa sebaiknya para korban itu harus diperhatikan. Apakah misalnya pengembaliannya dengan cara memberangkatkan umrah atau dikembalikan uangnya, kami dari Kementerian Agama mendukung itu," imbuh Zainut.

Opsi pengembalian tabungan umrah dan haji tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Agama Nomor 589 Tahun 2018, yang menyebutkan bahwa uang jamaah wajib dikembalikan dan atau jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Karena memang gugatan yang terjadi gugatan pidana, sehingga aset yang berkaitan hal itu memang disita oleh negara, persoalannya nanti apakah negara mengambil kebijakan mengembalikan kepada jamaah. Saya kira itu nanti pengaturannya setelah dilakukan tindakan hukum oleh kejaksaan. Saya kira itu," ujar Zainut Tauhid.



Sumber: BeritaSatu TV