Munas Ke-13 Kagama Lahirkan 13 Rekomendasi Strategis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Munas Ke-13 Kagama Lahirkan 13 Rekomendasi Strategis

Selasa, 19 November 2019 | 13:59 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Gelaran Munas ke-13 Kagama bukan hanya berhasil melakukan konsolidasi organisasi, memilih Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum masa bakti 2019-2024, tetapi juga menghasilkan konsolidasi gagasan berupa lahirnya 13 rekomendasi strategis menuju Indonesia Maju.

Seperti yang disampaikan Ketua Badan Pekerja (BP) Munas, AAGN Ari Dwipayana, Munas ke-13 Kagama yang diselenggarakan pada 15-16 November 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Bali memutuskan 13 rekomendasi strategis. Nantinya rekomendasi ini akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, yang juga alumni UGM.

Rekomendasi pertama, dalam menghadapi bonus demografi, Kagama mendesak pemerintah untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) pembangunan SDM Indonesia. Kagama mengusulkan roadmap pembangunan SDM itu bersifat lintas sektor, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan sampai entrepreneurship.

Rekomendasi kedua, Kagama melihat kunci untuk mencapai Indonesia Maju adalah keberhasilan pembangunan mental dan karakter bangsa. Berangkat dari hal tersebut, Kagama merekomendasikan berbagai langkah nyata dan sistematis untuk memperkuat karakter bangsa melalui pendidikan Pancasila, pendidikan berbasis nilai-nilai luhur ke-Indonesiaan, serta pendidikan budi pekerti yang dilakukan dengan mengadopsi metode kekinian sehingga nilai-nilai tersebut bisa tertanam khususnya di generasi muda.

Rekomendasi ketiga, Kagama menekankan pentingnya melanjutkan konsolidasi sistem demokrasi berjalan bersamaan dengan reformasi tata kelola pemerintahan yang kuat dan sehat. Terkait dengan hal itu, Kagama merekomendasikan kepada Presiden untuk memastikan berjalannya agenda reformasi hukum dan juga reformasi tata kelola pemerintahan dengan capaian-capaian yang lebih terukur.

Rekomendasi keempat, korupsi adalah musuh bersama yang menyebabkan pemiskinan, dengan segala dampak kemerosotan di berbagai bidang. Karena itu, Kagama terus mendorong upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN.

“Ruang untuk korupsi harus ditutup rapat dengan terus menerus memperbaiki sistem dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, akuntabel, dan berkeadilan." pungkas Ari dalam keterangannya, Selasa (19/11/2019).

Selain itu, Ari memaparkan budaya menolak korupsi harus jadi kultur yang hidup dalam masyarakat terutama para penyelenggara negara. Budaya anti korupsi harus berjalan seiring dengan proses penegakan hukum yang keras, tegas, dan efektif sehingga memberi efek jera pada koruptor.

Rekomendasi kelima, Kagama mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, beragam dari sisi suku, agama, Bahasa, dan juga budaya. Karena itu, sendi-sendi kebangsaan yang berdasar pada Pancasila dan Bineka Tunggal Ika harus terus dipertahankan dan diperkuat. Untuk mewujudkan ikatan kebangsaan yang kokoh, Kagama mengajak semua elemen bangsa, termasuk seluruh anggota Kagama di manapun berada, untuk berperan aktif dalam merekatkan kerukunan, persaudaraan dan untuk menyatukan Indonesia.

Rekomendasi keenam, Kagama berpandangan bahwa dalam bernegara, selain konstitusi, dibutuhkan konstitusionalisme, serta sikap-sikap yang konsisten untuk menjalankan konstitusi dengan benar.

"Pada dasarnya letak masalah bukan pada konstitusi namun justru pada kemauan dan konsistensi kita menjalankan konstitusi tersebut. Karena itu, butuh kemauan politik dari lembaga-lembaga negara serta dukungan semua warga negara untuk menjalankan konstitusi secara konsisten," kata Ari menegaskan.

Rekomendasi ketujuh, Kagama berpendapat desentralisasi dan otonomi daerah bukan hanya soal pembagian kewenangan, tetapi tanggung jawab untuk bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, Kagama mendukung pemerintah untuk melanjutkan komitmen dalam membangun dari pinggiran, memperkuat pembangunan daerah dan desa.

"Karena dengan penguatan daerah dan desa maka akan menjadi penopang persatuan nasional karena menciptakan kemakmuran yang merata dan berkeadilan," pungkas Ari.

Rekomendasi ke delapan, Kagama mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus bersendikan pada kepentingan dan kekuatan nasional. Karena itu, Kagama merekomendasikan agar Pemerintah bukan hanya fokus untuk memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi Indonesia di tengah persaingan global. Tapi juga memperhatikan esensi pembangunan ekonomi sebagai upaya menjawab kebutuhan rakyat dan meningkatkan kemampuan rakyat sehingga mampu bersaing dalam bidang ekonomi. Haluan ekonomi kerakyatan harus menjadi jalan dalam menggerakkan ekonomi nasional, dengan cara perbaikan secara terus menerus ekosistem usaha, memberdayakan sektor UMKM, mendorong kewirausahaan, meningkatkan daya beli para pekerja serta melakukan lompatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani dan nelayan.

Rekomendasi kesembilan, Kagama berpendapat bahwa kunci dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat adalah strategi reformasi birokrasi yang tepat. Kagama menyarankan agar reformasi birokrasi bisa dipercepat, yang dilakukan secara sistimatis, komprehensif, dan berkelanjutan. Reformasi birokrasi seharusnya mencakup struktur kelembagaan maupaun kultur birokrasi.

"Reformasi birokrasi jangan hanya soal pemangkasan struktur kelembagaan, tapi seharusnya menyentuh kultur birokrasi. Kultur birokrasi harus betul-betul di-reform menjadi lebih responsif, membuka ruang partisipasi dan juga berorientasi pelayanan masyarakat sehingga kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan,” ujar Ari.

Rekomendasi kesepuluh, Kagama mendorong Pemerintah agar terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas program-program penanggulangan kemiskinan dan program perlindungan sosial.

"Tapi, pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada penurunan angka kemiskinan, Program penanggulangan kemiskinan harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta mendorong produktivitas rakyat, terutama di sektor industri kecil-menengah, pertanian, perkebunan dan perikanan," tegas Ari.

Rekomendasi kesebelas, Kagama melihat dunia menghadapi ancaman bersama yakni perubahan iklim yang sangat ekstrem. Karena itu, Kagama mengusulkan agar pemerintah lebih aktif lagi dalam melakukan kampanye dan diplomasi internasional dalam rangka penyelamatan lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati.

Rekomendasi ke-12, Kagama berpandangan bahwa perempuan adalah tiang negeri yang aktif terlibat dalam pembangunan bangsa.

“Karena itu, Kagama merekomendasikan kepada Pemerintah untuk terus memperkuat komitmen perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta mendorong perempuan terlibat aktif dalam berbagai sektor sehingga terus menggerakkan prestasi bangsa,” papar Ari.

Rekomendasi ketiga belas, Kagama berpandangan bahwa Indonesia memiliki potensi generasi muda dengan talenta-talenta hebat yang bisa menjadi kekuatan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Kagama berpendapat diperlukan manajemen pengembangan bakat dan talenta di dalam negeri maupun diaspora yang tersebar di luar negeri, sehingga anak muda Indonesia mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang demi mendukung kemajuan bangsa.

“13 Rekomendasi Munas ke 13 Kagama ini akan segera disampaikan kepada Presiden Joko Widodo yang saat ini juga tengah fokus melakukan reformasi struktural secara besar-besaran. Rekomendasi Munas juga menjadi panduan Kagama untuk melangkah. Kagama tidak ingin berdiam diri, melainkan ingin bersinergi, berkolaborasi dengan semua elemen bangsa untuk menuju Indonesia maju, ” tutup Ari Dwipayana.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kadivhumas Polri Berubah Jadi Kabahumas, Dijabat Bintang Tiga

Artinya, jika kelak humas dipimpin komjen, maka di tubuh Polri akan ada 11 komjen.

NASIONAL | 19 November 2019

Kasus Garuda, KPK Bakal Periksa Pasangan Suami Istri Politikus PAN

Chandra Tirta Wijaya merupakan anggota DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional untuk periode jabatan tahun 2009-2014.

NASIONAL | 19 November 2019

Kasus Proyek Kampus IPDN, KPK Periksa GM Adhi Karya

Penyidik juga menjadwalkan memeriksa PNS di Kemdagri, Mohamad Rizal untuk melengkapi berkas penyidikan Dudy Jocom.

NASIONAL | 19 November 2019

Kasus Suap Proyek Kempupera, KPK Panggil Cak Imin

Selain Cak Imin, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa dua mantan anggota DPRD Lampung yakni Khaidir Bujung

NASIONAL | 19 November 2019

Sebelum Pimpin KPK, Firli Jabat Kabarhakam

Firli dipastikan memangku jabatan Kabaharkam hanya sekitar satu bulan, sebab pada Desember akan dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Ketua KPK.

NASIONAL | 19 November 2019

MK: UU KPK Diuji Formil dan Materiel

Dari enam perkara uji materi UU KPK tersebut, terdapat empat perkara yang melakukan pengujian formil dan materil sekaligus.

NASIONAL | 19 November 2019

Nadiem: PAUD Jangan Hanya untuk Titip Anak

Orangtua harus membekali anak-anak dengan kemampuan beradaptasi mumpuni.

NASIONAL | 19 November 2019

Eks Bupati Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara dan Pencabutan Hak Politik

Jaksa meyakini, Sri Wahyumi terbukti bersalah menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud

NASIONAL | 19 November 2019

KPK Dalami Peran Dirut Jasa Marga di Kasus Waskita

Desi sedianya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

NASIONAL | 19 November 2019

Diragukan, Komitmen KLHK Cegah Tumpahan Minyak di Laut

KLHK hanya membuat janji tanpa memberikan solusi.

NASIONAL | 19 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS