Tersangka Terduga Teroris Sudah 30 Orang

Tersangka Terduga Teroris Sudah 30 Orang
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / JAS Selasa, 19 November 2019 | 16:48 WIB

Medan, Beritasatu.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Sumut kembali menangkap empat terduga teroris dari lokasi terpisah di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dengan demikian, sudah 30 terduga teroris yang ditangkap, tiga di antaranya tewas.

"Untuk identitas terduga teroris yang baru diamankan ini belum dapat disampaikan. Mereka yang diamankan masih menjalani pemeriksaan oleh Densus 88," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (19/11/2019).

Tatan mengatakan, keempat terduga teroris yang diringkus polisi itu adalah orang rekrutan dari jaringan teroris melalui media sosial. Polisi juga masih melakukan pendalaman admin jaringan teroris itu, termasuk melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang tergabung di dalamnya.

"Mereka ini juga bagian dari kelompok pengajian Rabbial Muslim Nasution, pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan. Mereka semua satu komunitas dalam pengajian bersama pelaku bom bunuh diri tersebut. Perannya masih didalami," katanya.

Tatan mengatakan, Densus 88 dan Polda Sumut sudah mendapatkan pola perekrutan dari jaringan teroris tersebut. Namun, pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik mengingat pemeriksaan, penyelidikan dan pengembangan sedang berjalan.

"Pergerakan mereka secara sembunyi dan berpindah-pindah tempat. Ada tim yang mereka bentuk untuk merekrut masyarakat supaya bergabung ke dalam jaringan itu. Artinya, masih banyak terduga teroris lainnya yang masih dikejar," ungkapnya.

Saat ditangkap, sambung Tatan, hanya dua orang dari 30 terduga teroris yang diamankan, menunjukkan wajah penyesalan. Kedua orang itu adalah dua bersaudara yang menyerahkan diri melalui kepala lingkungan. Mereka warga Lingkungan 20 kawasan Belawan.

"Selebihnya, para pelaku yang ditangkap itu justru menunjukkan wajah tidak senang. Mimik wajah mereka memperlihatkan ekspresi kebencian kepada polisi yang menangkapnya. Mereka masih tidak peduli atas perbuatan dan kasus yang menjeratnya," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan