Lamhot Sinaga: Jika Ahok dan Sandiaga Uno Tangani BUMN Harus Didukung

Lamhot Sinaga:  Jika Ahok dan Sandiaga Uno Tangani BUMN Harus Didukung
Basuki Tjahaja Purnama ( Foto: Istimewa )
Hotman Siregar / JAS Selasa, 19 November 2019 | 17:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kontestasi politik sudah selesai, legislatif dan presiden sudah dilantik dan sudah mulai bekerja. Kini saatnya semua elemen bangsa fokus bekerja untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kemajuan bangsa ini.

"Jangan lagi kita menjadikan kontestasi politik yang lalu sebagai basis untuk menempatkan anak-anak bangsa untuk ikut serta berpartisipasi membangun bangsa ini. Jika pada konstestasi politik yang lalu sebagai musuh maka ditolak, sebaliknya jika kawan dalam kontestasi politik yang lalu dinyatakan layak menduduki jabatan tertentu," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Sikap Negarawan Presiden Jokowi, kata politisi Golkar itu, seharusnya menjadi rujukan bagi semua elemen bangsa. Jokowi bahkan mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan walaupun dulunya lawan politik dalam Pilpres.

Kata Lamhot, Presiden Jokowi mampu mengubur kisah kerasnya pertarungan pilpres tersebut demi keutuhan dan tegaknya persatuan di antara anak-anak bangsa.

"Saya yakin sikap itu pula yang sedang dijalankan oleh Menteri BUMN Erick Tohir dengan mengajak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dan Sandiaga Uno untuk secara bersama-sama membangun bangsa melalui BUMN. Erick Tohir dengan sadar bahwa kedua orang tersebut adalah orang yang memiliki talenta untuk mengemban amanah untuk mengurus perusahaan BUMN kita," ucapnya.

Walaupun keputusan belum diambil, sambung Lamhot, jika benar Ahok dan Sandiaga Uno dipercaya untuk mengurus BUMN patut didukung.

"Bahkan jika perlu kedua tokoh ini diberikan kesempatan untuk mengurus BUMN kita yang lagi sangat kronis saat ini seperti Krakatau Steel atau BUMN lainnya yang membutuhkan personal talent dalam rangka menyehatkan BUMN kita yang pada akhirnya memperoleh manfaat yang seluas-luasnya yang bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan