Xiaomi Akan Tingkatkan Investasi dan SDM di Indonesia

Xiaomi Akan Tingkatkan Investasi dan SDM di Indonesia
Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun (keempat kanan) ke Xiaomi. ( Foto: Beritasatu Photo / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / JAS Selasa, 19 November 2019 | 23:20 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Produsen ponsel pintar atau smartphone Xiaomi menyatakan akan memperluas jaringan bisnis dan investasinya di Indonesia. Demikian dikemukakan Vice President Public Affairs – International Affairs, Christine Wong dalam diskusi dengan Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun saat mengunjungi Xiaomi Campus, Beijing di kawasan Xi'erqi, Distrik Haidian, Senin (18/11/2019).

“Sejak hadir di Indonesia tahun 2014, Xiaomi berkembang dengan cepat dari perusahaan dengan hanya 20 staf hingga sekitar 2.000 orang saat ini,” kata Christine Wong.

Menurut dia, staf utama Xiaomi Indonesia kini berjumlah sekitar 100 orang dan pabrik telepon seluler Xiaomi di Batam mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. Produksi perdana pabrik Xiaomi di Indonesia terlaksana bulan Februari 2017 yaitu ponsel Redmi 4A.

Penjelasan produk Smartphone Xiaomi terbaru. (Foto: Beritasatu.com/Primus Dorimulu)

Kampus baru ini menjadi salah satu pusat riset dan pengembangan produk Xiaomi termasuk produk berteknologi 5G dan artificial intelligence. Xiaomi berdiri sejak tahun 2010 dan saat ini memiliki lebih dari 20.000 orang pekerja di seluruh dunia. 1.600 di antara para stafnya berasal dari berbagai negara di luar RRT dan bekerja di kampus-kampus Xiaomi di RRT dan berbagai lokasi di dunia.

Diakui oleh Christine Wong bahwa Indonesia adalah mitra luar negeri paling penting bagi Xiaomi. Oleh karena itu Xiaomi juga bekerja sama dengan semakin banyak pihak di Indonesia.

Xiaomi pernah menyelenggarakan Suppliers Summit pada tahun 2018 di Batam dan MIDC (Xiaomi Developers Confererence) pada bulan September 2019 lalu di Jakarta. MIDC sukses menarik kehadiran banyak start up Indonesia dan developer individual untuk berbagi ide mengenai pengembangan teknologi.

Christine Wong mendampingi Dubes RI di Tiongkok Djauhari Oratmangun saat mengunjungi pabrik Xiaomi. (Foto: Beritasatu.com/Primus Dorimulu)

Dalam kaitan ini, Dubes Djauhari mengajak Xiaomi untuk terus berkolaborasi dengan start up di Indonesia serta merekrut generasi muda kreatif Indonesia.

Di tahun 2020 mendatang Xiaomi akan meluncurkan serangkaian produk baru di Indonesia. "Rencana ini perlu dibarengi dengan perluasan jaringan bisnis dan investasi baru di Indonesia," kata Dubes Djauhari.

Smartphone Xiaomi terbaru. (Foto: Beritasatu.com/Primus Dorimulu)

"Melihat demografi dan proyeksi kemajuan ekonomi Indonesia maka Xiaomi harus menanamkan modal lebih besar di Indonesia," paparnya.

Diskusi juga membahas realisasi visi Xiaomi untuk memberi produk terbaik dengan harga yang layak. Walau lebih dikenal sebagai produsen telepon seluler namun pemasukan terbesar Xiaomi kini dari layanan berbasis internet. Perkembangan ini karena Xiaomi menyiapkan ekosistem yang didukung berbagai produk pendukung. Xiaomi berharap visi ini bisa dicapai melalui teknologi 5G, artificial intelligence, dan internet of things.

Kunjungan diakhiri dengan melihat contoh smart home Xiaomi yang menggabungkan ketiga teknologi tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com