Edy Rahmayadi Sebut Teroris Sakit Jiwa

Edy Rahmayadi Sebut Teroris Sakit Jiwa
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Foto: Beritasatu TV)
Arnold H Sianturi / CAH Rabu, 20 November 2019 | 07:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyebutkan, alasan kelompok terduga teroris menebar teror dan melakukan bom bunuh diri dengan melukai dan menyakiti orang tidak mengetahui masalah, karena menganut paham yang salah.

"Mereka itu sudah sakit jiwa. Kalau nanti saya meledakkan orang lain, saya sebagai pelaku juga menjadi korban, terus saya masuk surga. Itu pemahaman yang salah. Ini orang berbuat seenaknya seperti itu dan itu sangat salah," kata Edy, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga71 Terduga Teroris Ditangkap Densus Setelah Bom Bunuh Diri di Medan

Menurutnya, kelompok radikal itu terlalu memaksakan kehendak dan memiliki pemahaman yang berbeda. Sehingga, kelompok itu tidak pantas dianggap bagian dari komponen masyarakat. Tidak mengakui ideologi Pancasila dan Negara NKRI.

"Pemahaman mereka itu di luar akal sehat manusia. Makanya, mereka itu saya anggap sakit jiwa. Di mana-mana orang takut mati. Dia malah bunuh diri. Itu kan sakit jiwa," kata mantan Pangkostrad ini sambil menambahkan, teroris harus dilawan.

Baca JugaJelang Natal dan Tahun Baru, 71 Terduga Teroris Diringkus Hidup-Mati

"Cara melawan dan mengantisipasi kelompok teroris ini oleh masyarakat adalah dengan menghidupkan kembali sistem keamanan dan lingkungan (Siskamling). Setiap tamu wajib melapor 1 x 24 jam. Laporkan ke polisi bila melihat orang mencurigakan," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan