Kapolri Paparkan Penanganan Kasus Novel Baswedan di Komisi III

Kapolri Paparkan Penanganan Kasus Novel Baswedan di Komisi III
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis (tengah) dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 4 November 2019/ ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Rabu, 20 November 2019 | 12:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis menyatakan pihak terus melakukan proses penanganan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam penjelasan di Komisi III DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (20/11/2019), Idham menjelaskan dari awal bahwa setiap kasus punya karakter berbeda. Ada kasus yang bisa diungkap dengan mudah seperti pembunuhan di Pulomas pada 26 November 2016. Saat itu ada CCTV dengan rekamannya sehingga pelaku mudah dikenali.

Namun ada juga kasus sulit diungkap seperti kasus pembunuhan mahasiswi UI yang masih belum terungkap selama 3,5 tahun. Padahal saksi yang diperiksa saja sudah 28 orang dan barang bukti yang disita sudah banyak.

Baca JugaDi Hadapan Ketua KPK, Kapolri Janji Tuntaskan Kasus Novel

Nah, dalam penanganan kasus Novel, Polri sudah bekerja maksimal. Koordinasi juga dilakukan dengan banyak pihak eksternal. Dari KPK, Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM, hingga pakar profesional dari Kepolisian Australia.

"Tindakan yang telah dilaksanan penyidik Polri antara lain, pemeriksaan 73 saksi, pemeriksaan 78 titik CCTV, dan berkoordinasi dengan AFP guna menganalisis CCTV tersebut," kata Idham.

Kapolri menyampaikan, Polisi juga memeriksa daftar tamu hotel, kontrakan, serta kamar kos sekitar tempat kejadian perkara. 114 toko kimia di radius 1 kilometer dari TKP juga sudah dilakukan.

Dari rekonstruksi wajah yang diduga pelaku, Polisi mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai dan memeriksa alibi dengan hasil tidak terbukti. Polisi juga mempublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang diduga pelaku. Dibuka juga media hotline 24 jam dan menindaklanjuti informasi yang masuk.

Baca JugaMasa Kerja Tim Teknis Kasus Novel Berakhir, Tersangka Belum Juga Tertangkap

Di sisi lain, Polri juga membentuk tim pengawas internal untik melaksanakan audit terhadap proses penyidikan berkoordinasi dan membuka ruang komunikasi dengan pihak eksternal.

Berdasarkan rekomendasi Komnas HAM sebagai salah satu pihak eksternal, Polri telah membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri dari tujuh orang akademisi dengan disiplin ilmu dan keahlian yang berbeda. Hal itu guna mendukung proses penyidikan serta membentuk tim teknis yang telah berkoordinasi dengan KBRI Singapura.

"Untuk memeriksa riwayat kesehatan korban dan melakukan pendalaman dari sketsa pelaku dengan 282 data yang kita dapatkan dari disdukcapil," ujarnya.

Idham berjanji, Polri akan terus melakukan pencarian kepada pelaku. "Serta akan memberikan akses seluas-luasnya dari KPK untuk melakukan verifikasi akses penyidikan yang dilakukan oleh Polri," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com