Agus Minta Pegawai KPK Tanggalkan Simbol Keagamaan Saat Tangkap Koruptor

Agus Minta Pegawai KPK Tanggalkan Simbol Keagamaan Saat Tangkap Koruptor
Agus Rahardjo. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Rabu, 20 November 2019 | 16:50 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meminta para pegawai KPK sebagai penegak hukum untuk imparsial atau bersikap adil. Agus ingin pegawai KPK menanggalkan atribut pribadi, termasuk atribut keagamaan saat bertugas.

"Jadi saya harapkan simbol-simbol yang biasanya dipakai pribadi hanya dipakai, yang pribadi itu misalnya kopiah haji, itu nanti kalau Anda kerja enggak usah dipakai, tapi kalau ke masjid dipakai," kata Agus saat memberikan sambutan kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Negeri di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, sikap imparsial ini penting. Agus tak ingin KPK dianggap mewakili golongan tertentu saat bertugas, termasuk saat menangkap koruptor.

"Bayangkan kalau kita menangkap orang dengan menggunakan kopiah haji, yang ditangkap dari agama lain gimana? Itu enggak boleh. Iya kan?" kata Agus.

Agus menekankan, tak ada embel-embel mewakili agama atau golongan tertentu saat pegawai KPK menjalankan tugas. Hal ini penting untuk menjaga independensi, imparsialitas dan inklusivisme KPK sebagai lembaga penegak hukum.

"Jadi kita harus menjaga independensi kita, imparsial kita, inklusifness kita," kata Agus.

Agus menyatakan, KPK berdiri untuk memperkuat NKRI. Untuk itu, penanaman nasionalisme dan kebangsaan harus terus ditanamkan pada para pegawai KPK.

"Tujuan kita memang ingin mempertebal rasa kebangsaan kita. KPK dari berdiri untuk memperkuat eksistensi NKRI. Itu harus ditanamkan di benak kita masing-masing. Merawat Indonesia yang sebesar ini sungguh beratnya luar biasa, sangat kompleks dan sangat kompetitif," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan