Kemparekraf Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Kemparekraf Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. ( Foto: istimewa / istimewa )
/ YS Kamis, 21 November 2019 | 22:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menargetkan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Tanah Air.

"Dengan didukung ekonomi kreatif, menjadikan sektor ini bisa menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia," ungkap Wishnutama seperti keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Dijelaskan, koordinasi dengan sejumlah kementerian telah dilakukan. Menurutnya, untuk memajukan pariwisata membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Akselerasi dari hal-hal yang sebelumnya telah berjalan pun dilakukan.

Strategi ke depan, Kemenparekraf akan membuat berbagai kegiatan yang menarik wisatawan untuk datang.

"Calendar of events, selain keindahan alam juga event-nya bisa menampilkan budaya, seni, dan kreativitas supaya jadi salah satu nilai jual. Bukan hanya keindahan alam, tapi juga bagaimana daerah itu jadi lebih menarik," tutur Whisnutama dalam acara "Ngopi Bareng Mas Tama & Mbak Angela" di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mencontohkan, ajang MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan dikemas lengkap dengan konser musik hingga pasar malam. Para pelaku industri kreatif dari berbagai daerah bisa menjual produk-produknya selama ajang tersebut.

Setiap daerah, lanjut Wishnutama, memiliki karakter atau kekuatan yang berbeda. Jadi, target, event dan cara pengemasannya pun akan berbeda. "Ada daerah yang premium, ada yang massal. Ada yang kuantitas, ada kualitas," jelasnya.

Untuk detail target waktu, menurutnya masih membutuhkan studi kelayakan, kesempatan maupun stabilitas.

Namun, dia sudah memasang target, pariwisata harus bisa menjadi penghasil devisa terbesar di bawah lima tahun.

Angela yang mendampingi memuji kinerja Wishutama yang dinilai cekatan dan mampu menjalin komunikasi dengan setiap kementerian dan badan pemerintah guna mempermudah kinerja Kemenparekraf ke depan.

"Mas Tama orangnya kerja cepat. Terus, koordinasi ke semua kementerian bagus," kata Angela.

Sebagaimana diketahui, Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan badan pemerintahan. Seperti Kementerian PUPR, Perhubungan, Kemendikbud, BNPB hingga Kapolri. Koordinasi tersebut dimaksudkan agar visi misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bisa disokong oleh banyak pihak.

Ada lima destinasi wisata super prioritas yang terus dikembangkan Kemenparekraf yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang. Dari lima destinasi tersebut ditargetkan tambahan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6 juta.

Rinciannya, Danau Toba 1 juta wisman, Borobudur dan Mandalika masing-masing 2 juta wisman, sementara Labuan Bajo dan Likupang masing-masing 500.000 wisman.

Tambahan 6 juta kunjungan wisman akan memberikan tambahan devisa sekitar US$ 7,3 miliar. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata pengeluaran wisman di Indonesia sekitar US$ 1.220 per kunjungan.



Sumber: PR/Suara Pembaruan