Polisi: Menantu Santoso Gabung Kelompok Bersenjata MIT Poso

Polisi: Menantu Santoso Gabung Kelompok Bersenjata MIT Poso
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016. ( Foto: Antara )
John Lory / JAS Jumat, 22 November 2019 | 08:45 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan Hairul alias Irul menantu mendiang Santoso alias Abu Wardah, bergabung dengan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang saat ini dipimpin Ali Kalora.

“Ada pengikut baru di kelompok MIT, dia adalah Hairul alias Irul. Hairul diketahui menikah dengan anak sulung Santoso yakni Wardah,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto di Palu, Jumat (22/11/2019).

Didik mengatakan, Irul bergabung ke MIT pascagempa bumi Palu, Sigi, dan Donggala, 28 September 2018 lalu. Menurut dia, Irul lihai dalam berperang dan saat ini masih dalam perburuan polisi di hutan pegunungan Poso.

“Dia cukup lihai dalam berperang, namun pengejaran masih terus dilakukan hingga saat ini,” ujarnya.

Operasi Tinombala IV Tahun 2019 yang dimulai tanggal 4 Oktober 2019 hingga 31 Desember 2019 mendatang terus dilaksanakan. Tujuannya adalah mengejar dan menangkap sisa-sisa DPO kelompok sipil bersenjata MIT yang dipimpin Ali Kalora.

Didit menuturkan, Satgas Operasi Timombala IV yang diturunkan sebanyak 628 personel gabungan yang terdiri dari BKO Brimob Mabes Polri, Polda Sulteng, dan dari satuan TNI.

Terkait kekuatan mereka, dia mengatakan saat ini para DPO kelompok MIT berjumlah 10 orang.

Menurutnya, pihaknya belum mengetahui apakah Kelompok MIT Poso memiliki keterkaitan dengan jaringan kelompok JAD.

“Ada hubungan atau tidak nanti setelah beberapa DPO kaluar misalnya tertangkap baru kita bisa lakukan penyelidikan apakah ada hubungan atau tidak dengan jaringan JAD,” jelas Didik.

 



Sumber: Suara Pembaruan