Pengangkatan Stafsus Presiden, Bukti Jokowi Akomodasi Kalangan Milenial

Pengangkatan Stafsus Presiden, Bukti Jokowi Akomodasi Kalangan Milenial
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis 21 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 22 November 2019 | 08:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbukti mengakomodasi kalangan milenial dalam pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hal itu terkait pengangkatan staf khusus (stafsus) presiden yang rata-rata berusia 23-36 tahun.

“Pengangkatan staf khusus presiden tentu perlu diapresiasi. Pak Jokowi betul-betul mengakomodir representasi milenial di pemerintahan,” kata mantan Juru Bicara (jubir) Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong kepada Beritasatu.com, Jumat (22/11/2019).

Menurut Rayla, figur-figur yang dipilih memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Misalnya mantan Ketua Umum (ketum) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Maruf. Rayla menilai Aminuddin memahami komunikasi dengan kalangan aktivis.

Begitu juga pakar di bidang hukum sekaligus kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dini Shanti Purwono. Dini yang merupakan lulusan Harvard juga dianggap menguasai kajian hukum. Rayla menyatakan, advokasi kepentingan millenial ke depan tentu bakal semakin mudah.

“Ada juga Angkie Yudistia dan nama lainnya. Figur-figur seperti mereka memang layak dan harus berada dalam jajaran stafsus presiden,” ungkap pengamat politik dari Univeritas Bung Karno (UBK) Jakarta itu.

Sebelumnya, Jubir Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan, Jokowi memang mengangkat Dini Shanti Purwono dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arief Budimanta sebagai stafsus. Hanya saja, kedua nama itu tidak diperkenalkan, karena tidak termasuk kalangan milenial. “(stafsus) yang diperkenalkan hanya tujuh,” kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Jokowi juga menunjuk sejumlah wajah lama menjadi stafsus yakni Diaz Hendropriyono, Sukardi Rinakit, dan Ari Dwipayana. Fadjroel pun salah satu stafsus presiden bidang komunikasi. Selain itu, ada juga nama asisten pribadi presiden, Anggit Nugroho. Total stafsus berjumlah 14 orang.

Seperti diberitakan, tujuh stafsus milenial yang diperkenalkan Jokowi yakni Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andri Taufan Garuda Putra.

“Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan, memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif, sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, cara-cara yang out of the box yang melompat untuk mengejar kemajuan negara,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menurut Jokowi, para stafsus kalangan milenial tersebut akan menjadi jembatan antara presiden dengan anak-anak muda, santri muda, hingga diaspora yang tersebar di berbagai tempat. Jokowi optimitstis gagasan-gagasan segar dan kreatif akan muncul untuk membangun negara.

“Ada 300 ribu sekolah, bagaimana kita bisa berbicara dengan mereka dengan aplikasi sistem yang akan kita bangun. Ada 514 kabupaten dan kota, bagaimana kita bisa meng-handle komplain, kemudian memberikan perintah-perintah, sehingga ada kecepatan di situ. Saya kira arahnya ke sana,” ucap Jokowi. 



Sumber: Suara Pembaruan