Rumah Istri Terduga Teroris Gunungkidul Masih Dijaga Aparat

Rumah Istri Terduga Teroris Gunungkidul Masih Dijaga Aparat
Ilustrasi penangkapan teroris. ( Foto: ANTARA FOTO / Andreas Fitri Atmoko )
Fuska Sani Evani / JAS Jumat, 22 November 2019 | 11:35 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Istri tersangka pelaku teror di Gunungkidul Sukiyem (45) sudah pulang ke rumahnya, setelah ikut diamankan Densus 88 bersama suaminya Markino alias Abu Umar (47), pada Rabu (20/11/2019).

Meski begitu, rumah keluarga Sukiyem di Dusun Ngunut Tengah, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (21/11/2019), masih dijaga ketat oleh Kepolisian. Tidak ada pihak keluarga Sukiyem yang bisa dimintai keterangan dan anaknya yang sudah kuliah, tampak syok.

Polisi tetap memasang garis polisi dari rumah dan warung yang juga ditemukan bahan-bahan pembuat bom berjenis potasium, bom rakitan, senjata api rakitan, pedang, dan panah.

Dimintai keterangan, Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan mengatakan, Polisi Gunungkidul dan Polda DIY hanya menjalankan tugas pengamanan dalam proses penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, termasuk pengamanan lokasi sampai keperluan penyidikan selesai.

Namun Kapolres Gunungkidul memastikan bahwa pihaknya tidak mengetahui sampai mana proses penanganan terduga teroris Markino alias Abu Umar, karena dari awal pendeteksian hingga penangkapan dilakukan oleh Densus 88.

"Kami bertugas mengamankan ya kita amankan lokasi," ujarnya.

Agus juga memaparkan, keterangan soal keterkaitan Markino dengan jaringan pelaku teror lainnya bukan otoritasnya dan untuk itu media diharap menunggu proses yang dilakukan langsung oleh Densus 88.

Terkait dengan target amaliyah atau peledakan bom, Agus juga menyatakan bahwa seluruh wilayah bahkan di Yogyakarta menjadi tidak luput dari ancaman, karena itu, Polisi juga masyarakat tidak boleh lengah.

“Kepolisian juga tetap butuh bantuan masyarakat, karena itu informasikan kepada kami, jika ada yang janggal di lingkungan sekitar,” tegasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan