Waspadai Banjir Longsor di Musim Hujan

3.302 Bencana di Indonesia Didominasi Hidrometeorologi

3.302 Bencana di Indonesia Didominasi Hidrometeorologi
Wisatawan mancanegara turut membersihkan sampah yang terdampar akibat cuaca buruk di Pantai Kuta, Badung, Bali, 11 Februari 2019. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bali berdampak pada arus laut yang terus membawa sampah dari daerah lain dan terdampar sejumlah pantai bagian selatan Bali. ( Foto: Antara / Nyoman Hendra Wibowo )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Jumat, 22 November 2019 | 13:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah kejadian bencana dari Januari hingga 21 November 2019 mencapai 3.302 kejadian. Bencana hidrometeorologi puting beliung menempati urutan pertama, yakni terjadi sebanyak 1.072 kali.

Kini, memasuki musim hujan, BNPB mengingatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung akan mengancam khususnya di wilayah rawan bencana tersebut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah menyurati gubernur seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Surat berisi seruan dan imbauan sehubungan dengan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki awal musim hujan pada Oktober, November dan Desember. Kemudian puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari-Februari. Maka diminta kerja sama daerah untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya puting beliung, banjir dan longsor.

"Misalnya untuk ancaman bencana banjir risikonya berupa korban jiwa, trauma psikis, kerugian material, bangunan rusak, penyebaran bibit penyakit, kerusakan sanitasi lingkungan dan mengganggu lalu lintas," kata Agus di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Terkait rekapitulasi bencana Agus menjelaskan, dari jumlah kejadian bencana 3.302 kali kejadian, bencana puting beliung mencapai 1.072 kejadian, banjir 687, longsor 657, kebakaran hutan dan lahan 713, kekeringan 121, gempabumi 28, gelombang pasar atau abrasi 17 dan letusan gunung api 7 kejadian bencana.
Akibat kejadian itu, 461 orang meninggal dunia, 107 hilang, 3.333 orang luka-luka dan 5,94 juta jiwa menderita dan mengungsi.

"Kerusakan bangunan rumah rusak berat 14.963 unit, 13.669 unit rusak sedang, dan 38.493 rusak ringan," ungkap Agus.

Sementara itu untuk kerusakan fasilitas lainnya seperti fasilitas pendidikan 1.065 unit, fasilitas peribadatan 637, 207 fasilitas kesehatan, fasilitas kantor 254 dan jembatan 403 unit.

Terkait prakiraan cuaca terkini BMKG mengimbau perlunya meningkatkan kewaspadaan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di beberapa wilayah Indonesia dua hari ke depan 22-23 November 2019.

Hasil pantauan BMKG, menunjukkan terdapat massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua.

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang atau kuat terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Papua.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengatakan, sejauh ini memang hujan belum merata, misalnya di Jawa hujan dominan terjadi di Jawa bagian barat.

"Daerah tersebut yang sudah mengalami hujan lebat, berpotensi ekstrem," katanya saat dikonfirmasi Beritasatu.com melalui telepon, di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

BMKG memprakirakan untuk, Jumat (22/11/2019) wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara. Sedangkan untuk Sabtu (23/11/2019) wilayah yang berpotensi hujan lebat yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung dan Kalimantan Tengah.

Sedangkan untuk wilayah yang akan dilanda hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada Jumat (22/11/2019) terjadi di Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Papua.

Sementara itu untuk potensi yang sama pada Sabtu (23/11/2019) hujan lebat dan angin kencang akan terjadi di Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Papua.

"Masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir tersebut harus berhati-hati ketika sedang beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan," paparnya.



Sumber: Suara Pembaruan