Ekspor Hasil Perikanan Jateng Mencapai Rp 2,4 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekspor Hasil Perikanan Jateng Mencapai Rp 2,4 Triliun

Jumat, 22 November 2019 | 15:28 WIB
Oleh : FMB

Semarang, Beritasatu.com - Ekspor hasil perikanan Jawa Tengah pada tahun 2019 hingga bulan Oktober sudah mencapai Rp 2,4 triliun dengan volume sebanyak 41.289 ton. Komoditas ekspor hasil perikanan terbesar adalah rajungan, udang, dan kerupuk udang.

"Bahkan produk tilapia (ikan nila) premium kita sudah puluhan tahun menjadi makanan favorit konsumen di Amerika dan Eropa, ini jelas sangat membanggakan. Kita jadi juara ekspor perikanan," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat melepas Ekspor Raya Hasil Perikanan Tahun 2019 di kantor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang, Jumat (22/11/2019).

Tilapia yang dikembangkan Aquafarm Nusantara di Klaten dan sejumlah waduk di Wonogiri dan Kebumen, sudah menembus pasar ekspor ke Amerika, Eropa dan beberapa negara di Asia dan Australia. Hal itu mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengembangkan dan bisa dipelajari oleh orang lain.

"Tilapia asal Jateng sudah diekspor ke mancanegara. Itu harganya bagus, pasarnya bagus, dan kita memang the best. Ternyata Tilapia ini tidak terlalu banyak diketahui orang, jadi saya ingin prospek ini kemudian dikembangkan. Kalau ada yang mau belajar silakan datang ke Klaten, sudah ada champion-nya di sana," ungkapnya.

Ganjar mengatakan pengembangan sektor perikanan tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif. Di antaranya bisa mendobrak ekonomi nasional dengan meningkatkan devisa, memberdayakan potensi yang ada di daerah-daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tugas kita dalam politik ekspor dan politik perikanan, kita bisa mengikuti perkembangan bisnis perikanan ini. Masyarakat itu butuhnya apa nanti akan kita buatkan. Misal butuh pelatihan, ya dibuatkan. Kalau butuh peningkatan kapasitas dan akses modal, ya ayo, tadi juga ada dari pihak bank juga. Saya kira ini cara coworking yang bisa kita lakukan sehingga semua bisa belajar bersama. Sudah saatnya kita masuk pada kualitas yang tinggi dan bersaing di kancah dunia," pungkasnya.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang, Raden Gatot Perdana menyebutkan dalam ekspor raya hasil perikanan, Jawa Tengah telah mengekspor 41.289 ton dengan nilai Rp 2,4 triliun. Sementara dalam bulan Oktober 2019 sudah ada ekspor hasil perikanan mencapai Rp 790 miliar. Hasil perikanan tersebut diekspor ke 11 negara, di antaranya ada Amerika Serikat, Italia, Tiongkok, Taiwan, Filipina, Singapura, dan beberapa negara lainnya.

Daging ikan tilapia atau nila produksi PT Aquafarm Nusantara masuk enam besar ekspor produk ikan Jawa Tengah 2019 yang berjumlah 1.535 ton dan bernilai Rp 103 miliar. Enam besar ekspor produk ikan adalah daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang putih, udang vanamei dan daging nila atau tilapia.

Presiden Komisaris PT Aquafarm Nusantara, Sammy Hamzah, mengatakan, perusahaanya terus mencari cara untuk meningkatkan
produksi secara efisien.

Tahun 2019, pihaknya telah mengekspor 1.600 ton Naturally Better Tilapia kualitas tinggi ke Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Kanada, dan juga melakukan penjualan di dalam negeri sebanyak 3.381 ton.

“Sebagai perusahaan penanaman modal asing dari Swiss, kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan bimbingan terhadap usaha kami. Dengan rejim peraturan yang lebih ramah terhadap investasi dan dunia usaha yang saat ini digalakkan oleh Bapak Presiden Jokowi, kami yakin mampu menumbuhkan usaha kami dan meningkatkan kontribusi ekonomi kami bagi pemerintah dan rakyat Indonesia,” kata Sammy.

Juan Carlos, Presiden Direktur PT Aquafarm Nusantara menambahkan, di Jateng, perusahaannya memiliki budidaya ikan tilapia di Wadas Lintang, Wonogiri, Kedung Ombo dan Wunut, Klaten serta pabrik pengolahan di Semarang.

Perusahaan penanaman modal asing dari Swiss dan dimiliki oleh Grup Regal Springs yang berbasis di Singapura, itu beroperasi di Sumatera Utara dan Jawa Tengah dengan karyawan sekitar 4.000, yang sebagian besar direkrut dari desa-desa di sekitar perusahaan.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkatkan Standar Pelayanan Wisatawan, BCA Yogya Latih Pemandu Wisata Goa Pindul

Dengan terjaminnya kualitas sumber daya manusia (SDM), maka pariwisata daerah di Yogyakarta akan lebih dikenal luas oleh masyarakat domestik maupun dunia.

NASIONAL | 22 November 2019

Maksimalkan Mal Pelayanan Publik, Denpasar Belajar ke Batam

Keberhasilan Batam menjadi Kota Investasi terbaik se-Indonesia, patut menjadi percontohan untuk meningkatkan iklim investasi di Kota Denpasar.

NASIONAL | 22 November 2019

KPK Dukung Pembubaran TP4 dan TP4D Kejaksaan

Banyak kepala daerah yang melaporkan kepada KPK mengenai adanya oknum tim TP4 yang menyalahgunakan wewenangnya.

NASIONAL | 22 November 2019

DPO Penembak 4 Anggota Polsek Sinak Dibekuk

Polda Papua menangkap salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sinak bernama Iris Murib pada Kamis (21/11/2019).

NASIONAL | 22 November 2019

Kementerian PUPR Terus Kembangkan Perumahan bagi MBR

Kementerian PUPR mengajak para stakeholders untuk mengembangkan sektor properti sebagai sketor terdepan dan memastikan perumahan yang layak bagi para MBR.

NASIONAL | 22 November 2019

3.302 Bencana di Indonesia Didominasi Hidrometeorologi

BNPB mencatat jumlah kejadian bencana dari Januari hingga 21 November 2019 mencapai 3.302 kejadian.

NASIONAL | 22 November 2019

DIY Usulkan Sumbu Filosofi Jadi Warisan Budaya Dunia

Sumbu Filosofi terbentang dari Tugu Yogya hingga Panggung Krapyak, Sewon, Bantul.

NASIONAL | 22 November 2019

Polemik Aset First Travel, Jaksa Agung Disarankan Tempuh Kasasi demi Kepentingan Hukum

"Putusan MA atas dasar alasan kasasi demi kepentingan hukum seharusnya sejalan dan imperatif bagi pihak berkepentingan tersebut," kata Indriyanto.

NASIONAL | 22 November 2019

Rumah Istri Terduga Teroris Gunungkidul Masih Dijaga Aparat

Polisi tetap memasang garis polisi di rumah dan warung milik Sukiyem.

NASIONAL | 22 November 2019

Komitmen Keterbukaan Informasi BPK Raih Penghargaan dari KIP

Komitmen tinggi dalam memastikan keterbukaan informasi publik menjadikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai Badan Publik Menuju Informatif.

NASIONAL | 22 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS