Festival Tajug 2019: Upaya Jabar Menjaga Negara dan Agama

Festival Tajug 2019: Upaya Jabar Menjaga Negara dan Agama
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon, Jumat. (22/11) ( Foto: Humas Jabar / Yana )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 22 November 2019 | 19:16 WIB

CIREBON, Beritasatu.com - Bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Festival Tajug resmi dibuka oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jumat (22/11).

Dirayakan dalam rangka Hari Santri Nasional, tema festival yang diselenggarakan di Alun-Alun Keraton Kesapuhan Cirebon ini tak luput dari pesan "Ingsun titip tajug lan fakir miskin". Diucapkan oleh Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo di Jawa khususnya Cirebon, pesan ini mengajak agar kita selalu membantu satu sama lain terutama fakir miskin.

Ridwan Kamil

Gubernur Jabar Ridwan Kamil senantiasa menerapkan pesan Sunan Gunung Jati dalam berbagai program pemerintahannya. (Humas Jabar/Yana)

Bagi gubernur yang kerap disapa Emil ini, pesan Sunan Gunung Jati kerap diterapkan dalam berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakatnya seperti Kredit Mesra, One Pesantren One Product (OPOP) serta English for Ulama.

Sejak diluncurkan pada November 2018, Kredit Mesra sudah memberikan fasilitas kredit usaha tanpa bunga dan agunan melalui masjid bagi 18 ribu fakir miskin. Berkat OPOP, 1.100 pesantren di Jabar kini sukses dan mandiri melalui pemberian modal dan pelatihan usaha. English for Ulama juga memberikan kesempatan bagi lima ulama muda Jabar untuk menyebarkan tentang Islam yang damai di Inggris. 

“Inilah dakwah kami melalui kekuasaan di Jabar. Mudah-mudahan Bapak Wakil Presiden bisa berkenan menyukseskan Festival Tajug ini sebagai cikal bakal lahirnya peradaban baru Islam yang berjaya melalui kekompakan di antara kita semua,” ujar Emil.

Ma'ruf Amin Festival Tajug

Apresiasi diucapkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin terhadap diselenggarakannya Festival Tajug, Jumat (22/11). (Humas Jabar/Yana)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga turut mengapresiasi digelarkannya Festival Tajug sebagai salah satu langkah strategis mengembangkan Islam melalui pembangunan masjid. Tak hanya itu, ia juga menghimbau agar pesan Sunan Gunung Jati dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat menyebarkan ajaran menyimpang maupun berita kebencian.

Ma'ruf Amin dan Ridwan Kamil

Semangat Ma'ruf Amin dan Ridwan Kamil dalam menerapkan 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' juga berkobar di kalangan keraton dan sultan pada Festival Tajug, Jumat (22/11). (Humas Jabar/Yana)

Pembukaan festival yang berlangsung dari 22 hingga 24 November ini dihadiri raja dan sultan dari berbagai keraton yang ada di Tanah Air. Namun, terlihat bahwa semangat menerapkan 'Ingsun Titip Tajung lan Fakir Miskin' turut berkobar di kalangan sultan. Di antaranya adalah Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat yang menganggap pesan ini adalah ajakan untuk menjaga negara (fakir miskin) dan agama (tajug).

“Berangkat dari istilah ini, PBNU menggandeng kesultanan menggelar Festival Tajug untuk bersama-sama menyadarkan bahwa perjuangan harus imbang antara tajug dengan fakir miskin. Antara negara dan ulama, antara dunia dan akhirat, antara putih dan merah, antara kiyai dan pejabat,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com