Oknum Dokter Kandungan di Mojosari Diduga Cabuli Gadis di Bawah Umur

Oknum Dokter Kandungan di Mojosari Diduga Cabuli Gadis di Bawah Umur
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / CAH Sabtu, 23 November 2019 | 09:02 WIB

Mojokerto, Beritasatu.com - Seorang oknum dokter spesialis kandungan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di RSUD Prof dr Soekandar di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim) diduga telah mencabuli gadis di bawah umur.  Terduga pelaku berinisial AND (60) dilaporkan telah mencabuli dan menyetubuhi korban gadis berinisial PL (15).

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, dokter tersebut memberikan uang kepada korban sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 500.000 ke seseorang perempuan berinisial Arn (30) yang mengantarkannya yang diduga bertindak sebagai muncikari.

“Kami masih mendalami laporan terjadinya dugaan pencabulan yang melibatkan oknum dokter spesialis kandungan itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/11/2019).

Selain itu, polisi masih menyelidiki adanya tindak kejahatan lain dalam kasus tersebut, yakni dugaan terjadinya human trafficking. Namun hal itu masih harus berdasarkan alat bukti yang cukup agar kasus yang mengguncang warga itu bakal diusut tuntas.

Menurut AKP Dewa Putu Prima, kasus itu sendiri awalnya dilaporkan orang tua korban ke Mapolres Mojokerto, Senin (18/11/2019), yang tidak terima anaknya menjadi pelampiasan nafsu bejat dokter. Dokter AND semula menduga dirinya tidak bisa ereksi lagi terhadap perempuan dewasa sehingga butuh pancingan psikologis anak gadis bau kencur. Karenanya, dokter AND kemudian meminta bantuan Arn untuk mencarikan gadis calon korban.

“Arn mempertemukan PL di tempat praktik dokter AND di wilayah Kecamatam Mojosari,” ujar AKP Dewa Putu Prima.

Menurut pengakuan saksi korban, ia berhasil digagahi dokter seusia ayahnya itu dengan alasan untuk diperiksa (medis),” ujar Kasat Reskrim menirukan pengakuan saksi korban.

“Kita akan tuntaskan laporan kasus ini karena menyangkut ketenangan warga masyarakat terkait praktek dokter spesialis kandungan. Ini para kaum ibu-ibu (dan bapak-bapak) bisa marah karena ada dokter kandungan yang memperkosa anak-anak,” tandas Kasat Reskrim.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, dr Djalu Naskutub, membenarkan kalau terduga pelaku dr AND merupakan dokter PNS di rumah sakit tersebut. Namun dia enggan memberikan penjelasan terkait dugaan kasus yang menjerat anak buahnya yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan melukai kepercayaan masyarakat.

Menurut Djalu, kasus yang kini mencemarkan citra dokter dan RSUD terbesar di Mojosari itu terjadi di luar pelayanan rumah sakit, sehingga ia dan pihak rumah sakit mengaku tidak tahu-menahu permasalahan tersebut secara pasti.

“Kami mohon maaf karena hal itu masalah pribadi dan terjadi permasalahan di luar rumah sakit, sehingga kami sungguh-sungguh tidak tahu. Namun dampak dari peristiwa itu, kini sedang kita buatkan laporan ke Bupati guna memastikan tindakan yang tepat bagi pimpinan,” ujar dr Djalu.

Dibenarkan, Bupati Mojokerto juga menunggu hasil pemeriksaan polisi guna dijadikan dasar untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pegawai negeri sipil.



Sumber: Suara Pembaruan