Istri Pelaku Bom di Polrestabes Medan Diduga Otak Teroris Wanita

Istri Pelaku Bom di Polrestabes Medan Diduga Otak Teroris Wanita
Foto sesaat setelah kejadian ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) ( Foto: istimewa / istimewa )
Arnold H Sianturi / CAH Sabtu, 23 November 2019 | 08:40 WIB

Medan, Beritasatu.com - Peranan Dewi Anggraini (23), istri pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, bersama empat wanita terduga teroris lainnya, sampai Sabtu (23/11/2019) pagi, masih menjalani pemeriksaan oleh aparat di Markas Brimob Sumut. Aparat masih melakukan penelusuran atas rekam jejak dìgital mereka, termasuk Dewi yang dicurigai sebagai mastermind aksi radikal dari kelompok wanita.

Sumber SP menyebutkan, pemeriksaan terhadap lima wanita yang turut bergabung dengan para suaminya itu dianggap penting untuk mengungkap rencana serangan susulan pascabom bunuh diri oleh Rabbial Muslim Nasution suaminya Dewi Anggraini. Dewi juga dipastikan mengetahui kelompok jaringan lain yang belum tertangkap. Sebab, Dewi selalu berkomunikasi dengan narapidana teroris, terrmasuk sebelum tertangkap.

Berdasarkan rekam jejak digital di dunia maya, polisi mengungkap Dewi Anggraini berencana melakukan ledakan bom bunuh diri di Bali. Selain itu, kelompok wanita terduga teroris juga memiliki alternatif lain dalam merencanakan aksinya. Selain di Bali, mereka juga berencana untuk terlibat langsung bersama terduga teroris pria dalam serangan teror lainnya. Termasuk rencana menebar teror di rumah ibadah di Medan.

Baca Juga: Kapolri: Pelaku Teror Terpengaruh Medsos

"Ini merupakan fenomena baru, dimana istri terduga teroris dalam rencananya, ingin terlibat langsung menebar teror. Kita sedang mendalami pola penyerangan, termasuk modus operandi yang digunakan. Sama seperti pola teror yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution, menyaru sebagai driver ojek online saat masuk ke Markas Polrestabes Medan. Saat ditanya petugas, dia mengaku mau mengurus SKCK," ujar seorang perwira polisi.

Sumber SP yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyebutkan, peranan Dewi Anggraini di balik aksi teror di Medan, maupun rencana aksi ke depannya tersebut, tidak bisa diremehkan. Dia juga disebut mempunyai pengaruh terhadap suaminya sebelum melakukan bom bunuh diri. Selain itu, Dewi juga dianggap banyak mengetahui kegiatan dan jumlah kelompok itu. Dewi diduga berhubungan dengan terduga teroris di luar daerah itu.

Peranan wanita ini tidak jauh berbeda dengan penanganan kasus terduga teroris di Sibolga, dimana Mak Abu istri Abu Hamzah mempunyai andil besar dalam mempengaruhi suaminya. Bahkan, Mak Abu melakukan bom bunuh diri bersama anaknya saat rumahnya dikepung aparat. Saat itu, Abu Hamzah sudah terlebih dulu ditangkap polisi. Peristiwa itu terjadi di bulan Maret 2019 lalu.

Baca JugaKasus Terorisme di Medan, Pemimpin JAD dan Guru Ngaji Sudah Ditangkap

"Polda Sumut bekerjasama dengan Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap kelompok itu. Pengejaran terus dilakukan untuk mengantisipasi serangan susulan. Petugas juga sudah menggagalkan rencana aksi mengingat barang bukti bom rakitan, sebagian sudah ditemukan. Banyak di antara mereka yang bisa merakit bom. Pasti ada yang mengajari," ungkapnya.

Sementara itu, tiga kawasan yang dinilai tempat berkembangnya jaringan radikal tersebut, masih terus dipantau Polda Sumut dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Tiga lokasi dimaksud adalah Hamparan Perak, Marelan dan kawasan Belawan. Petugas masih melakukan penyisiran karena menduga masih ada jaringan dari kelompok radikal di kawasan tersebut.

"Mulai dari ledakan bom bunuh diri sampai dengan saat ini, masih banyak orang tak dikenal yang sepertinya aparat kepolisian berpakaian preman, memantau daerah kami ini. Kita meyakini bahwa mereka merupakan petugas yang sedang mengintai sasarannya terkait kasus terorisme," sebut seorang warga Lingkungan 20 Belawan, Gunawan.

Pria berusia 50 tahun ini mengungkapkan, ada beberapa orang warga di kawasan tempat tinggalnya yang sudah diamankan polisi terkait kasus ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan. Bahkan, saat melakukan penangkapan itu, aparat disebutkan juga mengamankan sejumlah bahan peledak, senjata api maupun lainnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com