Perempuan Harus Jadi Penggerak Anti Korupsi

Perempuan Harus Jadi Penggerak Anti Korupsi
Gubernur Kalbar H Sutarmidji dan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono (Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih)
Sahat Oloan Saragih / RSAT Sabtu, 23 November 2019 | 10:07 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H Sutarmidji mengharapkan para perempuan di Provinsi Kalbar harus bisa menjadi pelopor pencegahan korupsi, khususnya di lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat di manapun ia berada.

Hal itu dikatakan Gubernur Kalbar Sutarmidji saat pembukaan sosialisasi gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi”, Jumat (22/11/2019). Sutarmidji mengatakan, kaum perempuan, khususnya ibu-ibu memiliki peran besar dalam mengantisipasi sedini mungkin terjadinya korupsi. Yaitu mulai dari lingkungan keluarga hingga di masyarakat.

Oleh sebab itu perlu dilakukan sosialisasi tentang pencegahan koruspi khususnya melalui gerakan perempuan, Sosialisasi ini dimaksudkan dalam rangka mendorong lebih banyak peran perempuan, khususnya kaum ibu di Kalimantan Barat untuk ikut adil dalam upaya pencegahan korupsi. yang dimulai dari keluarga.

Gerakan seperti ini yaitu mengajak ibu ibu sebagai agen perubahan dalam memerangi korupsi. Yaitu dengan cara menanamkan sejak dini nilai-nilai moral kepada anak-anak untuk tidak melakukan korupsi.

Selain itu juga dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bersih. Artinya sejak dini sudah diajarkan untuk lebih bersih dari tindakan korupsi.

Untuk itu diharapkan perempuan harus bisa menjadi pelopor pencegahan korupsi sejak dini khususnya di lingkungan keluarga . Hal ini penting karena perempuan khususnya ibu ibu memiliki peran besar dalam mengantisipasi sedini mungkin terjadinya korupsi, mulai dari lingkungan keluarga hingga di masyarakat.

Sutarmidji menambahkan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk mendorong lebih banyak perempuan ikut andil dalam upaya pencegahan korupsi. Oleh sebab itu kegiatan ini selain untuk mendukung suami menghindari berbagai macam bentuk korupsi juga untuk mendukung suami dalam menjalankan tugasnya.

“Jangan sebaliknya, ibu-ibu banyak menuntut di luar kemampuan suami, dan menyebabkan suami melakukan tindak korupsi. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan ibu, jadi jangan seperti itu,” tegas Sutarmidji.

Di tempat yang sama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk mendorong lebih banyak lagi peremuan khususnya kaum ibu di Kalbar, untuk ikut andil dalam upaya pencegahan korupsi khususnya mulai dari keluarga.

Gerakan ini juga mengajak seorang ibu menjadi agen perubahan dalam memerangi korupsi dengan cara menanamkan nilai moral sejak dini kepada anak anak.



Sumber: Suara Pembaruan