Putra Asli Papua Ditahbiskan Menjadi Pastor Melayani Umat Katolik

Putra Asli Papua Ditahbiskan Menjadi Pastor Melayani Umat Katolik
Ilustrasi umat Kristiani. ( Foto: Antara )
Robert Isidorus / JEM Senin, 25 November 2019 | 15:00 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pemimpin umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar OFM, menahbiskan Daud Maweloken Wenas Wilil, seorang putra asli Papua asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menjadi pastor melayani umat Katolik di wilayah Papua.

Upacara sakral misa penahbisan Pastor Daud Wilil sesuai ritus Gereja Katolik berlangsung penuh hikmat di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia, Waena, Jayapura, Minggu (24/11/2019). Misa dipimpin Uskup Leo laba Ladjar OFM didampingi sekitar 20 pastor dan disaksikan umat Katolik di wilayah itu.

Selain menahbiskan Pastor Daud Wilil, Uskup Leo juga menahbiskan empat orang calon pastor untuk jabatan diakon (satu tingkatan pelayanan sebelum menjadi pastor.

Mereka yang menerima urapan menjadi diakon adalah Yohanes Mangguwop, Yohanes Budiyanto Uttun, Fransiskus Wamfaga Hilapok, dan Vickyanus Bauntal.

Prosesi penahbisan Pastor Daud Willil dan empat diakon dipandu Vikaris Jenderal (Wakil Uskup) Keuskupan Jayapura, Pastor Barnabas Daryana. Paduan suara gabungan para pelajar memeriahkan acara panahbisan. Atara lain dari SMA Katolik Teruna Bakti, SMA Seminari Fransiskus Asisi, dan para remaja putri penghuni Asrama Nurjaya.

Ketika memberikan amanat tahbisan, Uskup Leo Laba Ladjar meminta semua pastor, diakon, biarawan dan biarawati serta umat yang hadir agar benar-benar menyadari dan memahami tugas perutusan gereja untuk menjadi pelayan bagi semua orang.

Para pelayan gereja yang menerima tahbisan menjadi pastor atau imam Katolik bertugas melayani Gereja Katolik Universal, bukan menjadi pastor hanya untuk salah satu suku atau kelompok umat tertentu saja.

"Mereka yang ditahbiskan hari ini, dikuduskan untuk memberikan pelayanan bagi umat manusia dengan menghadirkan kasih sayang Allah kepada umat manusia dalam diri Yesus Kristus sekaligus memajukan persahabatan umat manusia dengan Allah dan persahabatan antarsesama manusia,' kata Leo Laba.

Seusai ritus penahbisan Pastor Daud Wilil dan empat diakon, dilanjutkan dengan acara syukuran bersama umat yang berlangsung di Aula Gereja Kristus Terang Dunia.

Pada kesempatan acara syukuran itu, Pastor Daud Wilil atas nama pribadi dan mewakili empat diakon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Uskup Leo Laba Ladjar OFM yang telah mengurapi mereka untuk menjadi pelayan dalam Gereja Katolik Keuskupan Jayapura.

“Kami berterimakasih juga kepada umat Katolik dan semua orang yang berkehendak baik yang telah memungkinkan upacara tahbisan dan resepsi syukuran ini berlangsung lancar dan sukses. Terimakaish kepada semua orang yang telah ikut mendamping kami sejak masa pendidikan hingga hari ini dan pada masa yang akan datang,” kata Daud Wilil.

Berdasarkan keputusan Uskup Keuskupan Jayapura, Pastor Daud Wilil akan kembali bertugas melayani umat Katolik dan masyarakat secara umum di wilayah Pegunungan Bintang.

Sedangkan keempat diakon kembali bertugas di tempat yang sebelumnya mereka bertugas yaitu di sekitar Kota Jayapura dan Distrik Waris, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini (PNG).

Kelancaran dan keberhasilan upacara sakral penahbisan pastor dan diakon serta acara sykuran yang meriah hari ini berkat kerja sama para tokoh umat dan semua warga Gereja Paroki Kristus Terang Dunia yang tergabung dalam berbagai Komunitas Basis Gerejani (KBG) di bawah koordinasi Ketua I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Terang Dunia Dr Frans Pekey yang sehari-hari menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura.

 



Sumber: Suara Pembaruan