Sekolah Swasta Gratis di Semarang Demi Kesejahteraan Guru

Sekolah Swasta Gratis di Semarang Demi Kesejahteraan Guru
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama para guru yang mengikuti gerak jalan sehat untuk memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Minggu. (24/11) ( Foto: IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 25 November 2019 | 20:54 WIB

GUNUNGPATI, Beritasatu.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memaparkan rencananya dalam menggratiskan sepuluh sekolah per jenjang pendidikan untuk menyejahterakan para guru.

Hal ini diumumkan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ketika menggelar jalan sehat bersama para sosok yang telah mengajarkan anak muda Indonesia ini.

Kurang lebih 7.500 peserta yang terdiri dari elemen guru, PGRI, jajaran Dinas Pendidikan, OPD serta Camat dan Lurah memenuhi anjungan Waduk Jatibarang Goa Kreo, Gunungpati, Minggu (24/11).

Dalam kesempatan tersebut, wali kota yang akrab disapa Hendi menyampaikan ucapan selamat serta pesan kepada para guru.

“Kalau Anda ingin mengajarkan anak disiplin, guru harus mencontohkan disiplin, Anda ingin mengajarkan ilmu Anda harus membekali dengan ilmu yang mumpuni," ujarnya.

Tak hanya itu, ia kembali menegaskan terkait rencana penggratisan biaya sekolah 10 TK, SD, SMP swasta di tahun 2020.

"Tahun depan, ada alokasi anggaran APBD sekitar 6 milyar rupiah untuk menggratiskan 10 TK, 10 SD, 10 SMP swasta. Kenapa swasta? Kita ingin semua TK, SD, SMP baik negeri maupun swasta gratis, tapi kita upayakan paling tidak sekitar 90 persen jumlahnya gratis," paparnya.

Menyoroti kesejahteraan guru, Hendi juga menyadari kesenjangan pendapatan guru swasta dengan siswa yang sedikit dengan kisaran 100-200 ribu per bulan ketika mengunjungi berbagai sekolah. Untuk itu, dirinya bertekad dapat meningkatkan kesejahteraan guru swasta.

"Oleh karena itu, ini menjadi PR kita berikutnya mensejahterakan guru swasta unutk minimal sama seperti guru lainnya,” lanjutnya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan guru-guru yang hadir.

Meskipun demikian, Hendi juga tidak ingin para guru berharap terlalu cepat karena perlu proses lainnya seperti administrasi dan penganggaran. Sebagai contoh, waktu penganggaran hingga realisasi kenaikan pendapatan guru sekolah negeri membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Ia memperkirakan proses pendapatan bagi guru swasta dapat memakan waktu 3-4 tahun.

Secara khusus, Hendi juga menyampaikan harapannya agar para guru dapat seirama dengan Pemerintah Kota Semarang, dalam meningkatkan kualitas anak didik untuk mendukung Semarang Hebat.



Sumber: BeritaSatu.com