Jatim Targetkan Bebas Desa Tertinggal di 2020

Jatim Targetkan Bebas Desa Tertinggal di 2020
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur, Heru Tjahjono (kedua dari kanan) saat Pembukaan Rakornis Optimalisasi Dana Desa Untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Pedesaan, Penanganan Desa Tertinggal dan Pencegahan Stunting di Jawa Timur, di Hotel Utami, Sidoarjo, Senin (25/11/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Senin, 25 November 2019 | 21:47 WIB

Sidoarjo, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menargetkan pada tahun 2020 tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal seiring dengan pelaksanaan Program Dana Desa (PDD) yang tahun ini memperoleh kucuran dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 7,754 triliun untuk 7.724 desa di seluruh Jawa Timur.

Menko PMK Percepat Penurunan Stunting dan Kemiskinan

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur, Heru Tjahjono, mengatakan, terhadap alokasi anggaran dari APBN untuk PDD itu, para pendamping PDD diminta bekerja secara optimal dan mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran untuk penanganan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

"Bukan sekedar mengawasi, tetapi mengkoordinasikan dengan kepala desa agar dana desa yang diluncurkan pemerintah betul-betul dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa dan menurunkan kemiskinan," kata Heru saat membuka Rakornis Optimalisasi Dana Desa Untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Pedesaan, Penanganan Desa Tertinggal dan Pencegahan Stunting di Jawa Timur, di Hotel Utami, Sidoarjo, Senin (25/11/2019).

Jumlah desa dengan status tertinggal di Jawa Timur pada 2019 sebanyak 363 desa. Sementara, desa sangat tertinggal hanya ada 2 desa. Dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah tersebut banyak mengalami penurunan. Saat itu jumlah desa sangat tertinggal ada 90 desa, dan desa tertinggal ada 1.570 desa.

"Ini tentu saja berkat kerja keras para pendamping desa," imbuh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin.

Menteri Desa Mengaku Bingung dengan Isu Desa Fiktif

Di sisi lain, jumlah Desa Berkembang sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 201 tahun 2019, jumlahnya naik, dari 5.006 desa pada 2018 menjadi 5.355 desa pada 2019. Dan jumlah Desa Maju dari 989 desa pada 2018 naik menjadi 1.838 desa pada 2019. Sementara Desa Mandiri meningkat dari 69 desa pada 2018 menjadi 166 desa pada 2019.

Kemudian, dari 363 desa dengan status tertinggal, diantaranya 100 desa berada di Kabupaten Sumenep (Madura), 42 desa di Kabupaten Lamongan, dan 39 desa di Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sisanya tersebar di 18 kabupaten di Jawa Timur.
Yasin menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, alokasi dana desa tidak selalu digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun juga bisa digunakan untuk kegiatan pencegahan stunting yang saat ini angkanya di Jawa Timur mencapai 32,81 persen.

"Selain itu juga bisa digunakan untuk optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), pengembangan UMKM, dan pengembangan produk lokal unggulan desa melalui konsep petik, olah, kemas, dan jual,” terang Yasin.

Pemprov Jatim Ingin Sulap Sungai Brantas Jadi Destinasi Wisata

Yasin menyebutkan, anggaran PDD di Jawa Timur terus meningkat sejak 5 tahun terakhir. Jika alokasi anggarannya sebesar Rp 2,214 triliun pada 2015, maka untuk 2020 mendatang menjadi Rp 2,654 triliun. Berbagai program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur termasuk PDD tercatat berhasil menurunkan angka kemiskinan di perkotaan dan perdesaan.

Lebih lanjut, Yasin menambahkan, berdasarkan data kemiskinan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur pada Maret 2019 menyebutkan bahwa pada periode September 2018 hingga Maret 2019, kemiskinan di pedesaan turun sebesar 171.070 orang (0,78 persen) sedangkan di perkotaan turun sebesar 8.820 (0,13 persen).

"Walaupun usaha Pemprov Jatim dalam memerangi kemiskinan sudah membuahkan hasil, tetap saja belum optimal,” tandasnya.

Alasannya, lanjut Yasin, secara persentase penduduk miskin di Jawa Timur masih di atas penduduk miskin nasional sebesar 0,96 persen. Persentase penduduk miskin Jawa Timur pada Maret 2019 mencapai sebesar 10,37 persen, sedangkan persentase rata-rata penduduk miskin nasional pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen.



Sumber: Investor Daily