900 Pasukan TNI Gabungan Latihan Kesiapsiagaan di Timika

900 Pasukan TNI Gabungan Latihan Kesiapsiagaan di Timika
Ilustrasi prajurit TNI. ( Foto: Antara )
Robert Isidorus / CAH Selasa, 26 November 2019 | 07:50 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Sebanyak 900 pasukan TNI gabungan dari Batalyon Yonif Para Raider 433 Makassar dan Yonif PR 330 Kostrad Cicalengka Jawa Barat tiba di Kota Mimika, Senin (25/11). Kedatangan pasukan TNI ini bukanlah dalam misi perbantuan pengamanan jelang Hut OPM 1 Desember, melainkan untuk melaksanakan Latihan Kesiapsiagaan Operasi di wilayah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Mimika.

Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan, Senin (25/11) malam mengatakan, kegiatan latihan kesiapsiagaan ini merupakan program Mabes TNI

“Jadi Mabes TNI telah merencanakan kegiatan latihan kesiapsiagaan operasional yang tahun ini direncanakan mabes TNI dilaksanakan di Timika,” ungkap Dandim.

Ditegaskan Dandim, kedatangan pasukan TNI ini tidak ada kaitannya dengan pengamanan jelang 1 Desember.

“Mereka ini murni dalam rangka latihan hingga 10 Desember mendatang. Sebenarnya yang paling tahu ini dari Mabes TNI, saya sebagai komandan satuan kewilayahan hanya mendukung penyelenggaran latihan,” akui Dandim

Baca JugaJelang Peringatan HUT OPM, Polda Papua Larang Kepala Desa Beri Sumbangan

900 prajurit ini terbagi dua masing masing 450 prajurit dari Batalyon Yonif Para Raider 433 Makassar, da 450 pasukan dari Yonif PR 330 Kostrad Cicalengka.

“Mereka nanti akan berlatih di wilayah kota Mimika termasuk di kawasan pertambangan Freeport,” beber Dandim

Sementara itu, disinggung soal situasi keamanan saat ini di wilayah Mimika dan khususnya di kawasan Freeport Tembagapura, Dandim mengaku, pada umumnya relatif kondusif.

“Untuk situasi keamanan saat ini lumayan kondusif lah, kami dari TNI dari satuan kewilayahan bersama Polri tetap mengintesifkan pengamanan terutama di daerah daerah yang dianggap rawan termasuk kawasan pertambangan Freeport,” kata Dandim

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengungkapkan, sasaran kelompok kriminal bersenjata di Papua saat ini adalah pertambangan Freeport di Mimika.

Baca Juga: Kapolda Papua: Freeport Jadi Sasaran Utama Aksi KKB

Paulus membeberkan, kelompok kriminal bersenjata (KK) saat ini memiliki perlengkapan senjata yang cukup sehingga diperlukan kesigapan seluruh personel.

"Saat ini mereka (KKB) punya senjata lengkap yang didapatkan dari hasil rampasan," beber Kapolda.

Pria yang menjabat dua Kapolda Papua ini pun menuturkan dalam waktu dekat pimpinan tertinggi Kepolisian dan TNI akan melakukan kunjungan kerja guna memantau situasi jelang 1 Desember .

"Menjelang tanggal 1 Desember banyak pimpinan-pimpinan yang akan datang untuk memantau situasi di daerah kita sehingga Saya tekankan kepada kita semua mulai hari ini mari kita bekerja keras, lakukan patroli berskala besar, dan lakukan razia dengan sasaran sajam atau perlengkapan bahan peledak lainnya," tegas Kapolda.



Sumber: BeritaSatu.com