Ruas Jalan Negara Menuju Kampus Universitas Jambi Rusak Berat

Ruas Jalan Negara Menuju Kampus Universitas Jambi Rusak Berat
Ruas jalan menuju kampus Universitas Jambi (Unja)di Jalan Tribrata,Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, mengalami kerusakan. Ruas jalan tergenang air hujan dan sebagian besar aspal jalan sudah hilang. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Selasa, 26 November 2019 | 14:25 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Ruas jalan negara menuju kampus Universitas Jambi (Unja) di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi semakin parah kerusakannya. Beberapa titik kerusakan jalan menuju kampus Unja negeri tersebut kini bahkan rusak berat, termasuk ruas jalan di depan gerbang kampus. Sementara pembangunan jalan pada jembatan yang dibangun menuju kampus Unja di Desa Pondok Meja tersebut hingga kini masih terbengkalai.

Pantauan Suara Pembaruan di ruas jalan menuju kampus Unja di Jalan Tribrata, Desa Pondok Meja, Selasa (26/11/2019), kerusakan jalan menuju kampus mencapai puluhan titik. Ruas jalan yang rusak sebagian hanya ditimbun dengan tanah. Kondisi tersebut membuat ruas jalan rusak dan berlumpur terutama pada musim hujan. Sebagian ruas jalan rusak yang tidak beraspal digenangi air.

Para mahasiswa Unja dan warga Desa Pondok Meja sudah sering mengeluhkan semakin parahnya kerusakan jalan di jalur menuju kampus tersebut. Warga sangat khawatir karena kerusakan jalan mengancam keselamatan berlalu lintas karena jalan licin dan berkubang ketika hujan turun.

“Kerusakan jalan ke kampus Unja Desa Pondok Meja ini semakin mengkhawatirkan. Kalau hujan para mahasiswa yang mengendarai sepeda motor rawan kecelakaan karena jalan licin dan tergenang air. Kemudian kerusakan jalan di depan gerbang kampus Unja ini juga berbahaya karena tak ada lagi aspalnya,”ujar Reni (23), seorang mahasiswa Unja.

Senada dengan itu, warga Desa Pondok Meja, Soleh (45) mengatakan, warga sulit melewati ruas Jalan Tribrata Desa Pondok Meja, terutama di depan kampus Unja karena kerusakan jalan semakin berat, badan jalan sempit dan arus kendaraan sepeda motor mahasiswa padat. Kerusakan jalan tersebut juga mengganggu arus transportasi ke taman wisata Air Kito di dekat kampus Unja.

“Kerusakan jalan ini sudah cukup lama dan hingga kini tidak ada perbaikan. Kemudian pembangunan jalan pada jembatan menuju kampus Unja Desa Pondok Meja ini juga masih terbengkalai. Jalan di kedua sisi jembatan baru ditimbun tanah dan kerikil, belum diaspal. Kondisi demikian membuat jalan yang menanjak dan licin rawan kecelakaan,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muarojambi, Yultasmi mengakui keterlambatan penyelesaian pembangunan jalan dan jembata menuju kampus Unja Pondokmeja, Muarojambi. Keterlambatan penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan ke kampus Unja Pondokmeja tersebut disebabkan minimnya biaya dan banyaknya jalan rusak di daerah itu.

“Saat ini kami sedang memprioritaskan perbaikan jalan di tiga desa, yakni Desa Telukjambu - Desa Sekumbung, Kecamatan Tamanrajo, Muarojambi. Kerusakan jalan di kedua desa itu mencapai tujuh kilometer. Kerusakan jalan tersebut sulit dilakui saat hujan. Badan jalan yang sebagian besar tanah berlumpur ketika hujan turun, sehingga jalan sulit dilalui.

"Perbaikan jalan tersebut kami lakukan melalui program Gerakan Sapu Lobang (GLS). Perbaikan jalan tersebut melibatkan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit karena anggaran daerah minim,”katanya.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan