Dikukuhkan Jadi Ketua IKA UT, Moeldoko Janji Siap Menjembatani UT dengan Pemerintah

Dikukuhkan Jadi Ketua IKA UT, Moeldoko Janji Siap Menjembatani UT dengan Pemerintah
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikukuhkan jadi Ketua IKA UT periode 2019-2024 menggantikan Linda Agum Gumelar, Senin, 25 November 2019. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Maria Fatima Bona / RSAT Selasa, 26 November 2019 | 16:44 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikukuhkan menjadi Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) periode 2019-2024 menggantikan ketua sebelumnya Linda Agum Gumelar.

Moeldoko menyampaikan terima kasih atas kepercayaan UT terhadapnya. Ia berjanji akan menjadikan IKA-UT sebagai jembatan antara UT dengan pemerintah dan nonpemerintah.

Khusus untuk pemerintah, Moeldoko menuturkan, akan segera menyampaikan ke Kementerian Informasi dan Komunikasi (Keminfo) terkait kendala jaringan yang dialami oleh mahasiswa UT, khususnya di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

“Kesulitan yang dialami teman-teman di Papua dan Majalengka soal jaringan belum optimal, akan kita sampaikan ke menteri terkait, untuk melihat sudah sejauh apa jaringan kita itu,” kata Moeldoko seusai pengukuhan yang dipimpin langsung Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Banten, Senin, (25/11/2019).

Moeldoko juga menuturkan, apabila akses jaringan internet di Tanah Air sudah baik, Moeldoko yakin semakin banyak masyarakat yang melanjutkan pendidikan tinggi di UT. Pasalnnya, hingga kini, UT masih menjadi satu-satu perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarkaan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Dikatakan, saat ini jumlah mahasiswa UT sebanyak 500.000 orang, seharusnya mahasiswa UT harus lebih banyak lagi. Bahkan, Moeldoko membandingkan dengan PJJ yang diterapkan oleh negera lain seperti India atau negara lainnya. Di mana kampus tersebut memiliki mahasiswa sebanyak satu juta hingga dua juta lebih.

Selanjutnya, Moeldoko berharap, UT dapat menghasilkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang dan berdaya saing tinggi. Dalam hal ini, selain dengan pemerintah, IKA-UT juga akan berperan sebagai organisasi yang menjembatani alumni dengan rektorat, maupun rektorat ke alumni, termasuk mendorong kurikulum UT yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Merespons hal tersebut, rektor UT, Ojat Darojat menuturkan, kurikulum yang didesain untuk PJJ UT sudah sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini. Pasalnya, semua sudah berbasis teknologi.

Maka, dengan hadirnya ketua IKA-UT yang baru, Ojat berharap dapat memberi peran lebih besar terhadap UT. Pasalnya, UT dengan sistem PJJ ini membutuhkan jaringan internet untuk dapat menjangkau mahasiswa-mahasiswa di seluruh pelosok Tanah Air. Sedangkan yang terjadi saat ini, UT masih belum sepenuhnya dapat dukungan jaringan khususnya di daerah 3T karena terkendala sinyal.

“Mahasiswa UT itu bisa ujian dari rumah mengunakan ponsel, tetapi terkadang kita masih terkendala sinyal lemot, jaringan turun naik. Maka dari sisi publikasi, dengan hadirnya pengurus IKA-UT yang baru dengungnya makin kuat. Ketika berhubungan dengan pemerintah, mudah-mudahan bisa menjembatani dengan Keminfo. Mudah-mudahan bisa menambah pasar UT,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan