Pertamina MOR IV Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM

Pertamina MOR IV Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM
General Manager Marketing Operation Region (MOR) IV, Iin Febrian (keempat dari kiri) saat menerima penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I dari Kementerian ESDM, Selasa, 11 November 2019. ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / JEM Rabu, 27 November 2019 | 08:38 WIB

Semarang, Beritasatu.com – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV mendapat penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I dari Kementerian ESDM karena berhasil mencapi 29.991.773 jam kerja aman dalam kurun waktu empat tahun empat bulan.

Penghargaan tersebut diberikan Adhi Wibowo, Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM kepada General Manager Pertamina MOR IV Iin Febrian, Selasa (26/11/2019) di Grand Ballroom Hotel Js Luwansa, Jakarta.

"Kementerian ESDM telah mengukur jam kerja aman di Pertamina MOR IV sejak 1 Januari 2015 hingga 30 April 2019, dan menurut kriteria mereka, kinerja kami ini berhak mendapat penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I", jelas Iin Febrian.

Tidak hanya jam kerja aman, Pertamina MOR IV juga diganjar penghargaan Patra Karya Raksa Madya oleh Kementerian ESDM karena dinilai berhasil membina keselamatan kerja minyak dan gas bumi di bidang kegiatan usaha Hilir.

Penghargaan keselamatan migas merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan pemerintah untuk menilai kinerja badan usaha yang melakukan pembinaan keselamatan migas serta memiliki catatan kerja aman, dalam dua kategori.

Pertama, kategori tanpa kehilangan jam kerja akibat kecelakaan. Kedua, kategori pembinaan keselamatan kerja minyak dan gas bumi.

Iin juga mentampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian unit kerja yang dia pimpin.

"Konsistensi para insan Pertamina di MOR IV untuk mengkampanyekan aspek HSE (Health Safety Environment) dan berkomitmen untuk bekerja aman, dibuktikan oleh kedua penghargaan ini, dan menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan dan mengedepankan aspek keselamatan selama bekerja,"  ungkap Iin.



Sumber: Suara Pembaruan