PT WHW Terapkan Program Alih Teknologi

PT WHW Terapkan Program Alih Teknologi
Program Transfer of Technology (ToT) atau alih teknologi PT Well Harvest Winning (WHW) mengembangkan nilai tambah hilirisasi industri mineral. ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / JAS Rabu, 27 November 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Well Harvest Winning (WHW) sebagai perusahaan pengolahan dan pemurnian semakin menggeliat dalam memberdayakan karyawan Indonesia untuk lebih terampil. Salah satunya dengan Program Transfer of Technology (ToT) atau alih teknologi yang dilaksanakan secara berkelanjutan dari tenaga ahli Tiongkok ke pekerja Indonesia.

Hal ini sejalan dengan komitmen perseroan melaksanakan konsep hilirisasi industri mineral yang memberikan nilai tambah pada hasil mineral dengan menggunakan sepenuhnya tenaga kerja Indonesia.

"SDM Indonesia adalah aset yang bernilai bagi perseroan. Program ini kami jalankan sesuai dengan imbauan Pemerintah untuk segera melaksanakan alih teknologi," ujar salah satu Direktur PT Well Harvest Winning‎, Boni Subekti dalam keterangannya, Rabu (27/11/2019).

Oleh karena itu, kata dia, setiap karyawan Indonesia harus mengikuti program ini untuk dilipatgandakan dan dikembangkan keahliannya.

‎"Departemen yang terlibat Program ToT mulai dari pabrik pengolahan dan pemurnian alumina, Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap hingga terminal khusus. Dengan menguasai teknologi SGA terbaru, maka diharapkan produktivitas alumina bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun mendatang," tuturnya.

Menurutnya, ‎keberadaan PT WHW memberi dampak sangat positif. Mereka menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Sebanyak 82 persen dari total karyawan berjumlah 2.940 orang adalah tenaga kerja asal Kalimantan Barat.

PT WHW yang membangun smelter di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk bergabung dan mengembangkan keahlian  sehingga terampil dalam bidangnya.

Lebih lanjut,‎ Head of Corporate Communication PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, Suhandi Basri‎, menambahkan strategi pengembangan keahlian tenaga kerja Indonesia dilaksanakan dalam Program ToT  yang dikelola oleh Divisi Safety and Technology.

"Tujuan program ini sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kualitas dan kinerja tenaga kerja Indonesia sehingga mampu mengoperasikan teknologi peralatan dan mesin smelter yang mengacu pada perkembangan dunia," ujarnya.

Program ToT ini dibutuhkan karena saat ini PT WHW sebagai perusahaan Smelter Grade Alumina (SGA) pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara menggunakan teknologi terbaru, sehingga dibutuhkan tenaga kerja Indonesia yang terampil untuk mengoperasikannya.

Untuk mengukur keberhasilan program ini, maka pada akhir program, setiap karyawan akan diikutsertakan dalam ujian yang mengukur 100 persen pemahaman dan kemandirian menggunakan teknlogi SGA.

"Hingga Triwulan III-2019, keberlanjutan Program Transfer of Technology terus dijalankan dengan pencapaian sebesar 74,68 persen pemahaman yang dimiliki tenaga kerja Indonesia di antaranya dari Divisi Maintenance, Red Mud dan Terminal Khusus," katanya.

"Dari kemajuan keterampilan tenaga kerja lokal berdampak pada kinerja produksi alumina," bebernya.

Pada Triwulan III-2019 produksi alumina mencapai 780.000 ton dibandingkan dari tahun sebelumnya Triwulan III-2018 sebanyak 770.000 ton. Peningkatan produksi sejalan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh perseroan dengan hasil kinerja baik, efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan perseroan dalam ruang lingkup air, udara, hingga pemantauan flora dan fauna menunjukan memenuhi baku mutu yang telah dipersyaratkan sesuai dengan pelaksanaan penambangan yang baik dan sejalan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

PT Well Harvest Winning merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan dan pemurnian alumina yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. PT WHW merupakan Smelter Grade Alumina (SGA) refinery pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

Guna menunjang operasional pabrik, PT WHW juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang berupa pembangkit listrik tenaga uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar internasional, dan komplek hunian karyawan berkapasitas ribuan orang.

Dengan memiliki visi menjadi perusahaan produsen alumina dengan standar operasi kelas dunia dan kinerja tinggi, PT WHW yakin akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dengan bisnis yang panjang dan berkelanjutan, mengembangkan sumber daya lokal yang berkompetensi tinggi, dan perusahaan yang mengutamakan keselamatan pekerja, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan upaya dan mendukung konsep hilirisasi yang diamanatkan Pemerintah Indonesia melalui UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih untuk setiap jenis mineral.



Sumber: Suara Pembaruan