PLN Sentralisasi Sistem Monitoring

PLN Sentralisasi Sistem Monitoring
Pemaparan dari Plt Dirut PLN Sripeni Inten, saat memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo, dan sejumlah menteri di kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Rangga Prakoso / JAS Rabu, 27 November 2019 | 14:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PLN (persero) terus berusaha meningkatkan pelayanan, kinerja serta sigap dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi. Upaya yang dilakukan dengan membentuk Pusat Pengelolaan Informasi dan Solusi (P2IS).

Divisi tersebut berada di kantor pusat PLN. Dalam ruangan P2IS itu terdapat layar besar yang terbagi dari beberapa item. Ada yang khusus memonitor daya pembangkit, transmisi, maupun kondisi pemadaman.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan sistem monitoring sebenarnya sudah dimiliki perusahaan. Namun belum dilakukan secara terpusat. Sebagai contoh pusat pengaturan beban berada di Cinere. Kemudian kondisi kelistrikan Ibukota berada di Gambir.

"Kami merasa perlu terpusat. Satu sistem terpadu. Ini menjadikan kita awarness, mempercepat proses dan melihat apa saja kendala," kata Inten di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Inten mengungkapkan P2IS menjadi fondasi menyatukan informasi yang selama ini belum tersentralisasi. Setelah informasi tersebut diterima kemudian dilanjutkan dengan analisis yang komprehensif.

Sehingga bisa memberikan dan menganalisis langkah konkret dan efektif untuk menentukan tindak lanjut atau solusi permasalahan. "Yang real-time (data terkini) baru (sistem) Jawa-Bali. Untuk Sumatera dan Kalimantan sedang berproses. Tahap pertama Jawa-Bali," ungkapnya.

Dikatakannya data menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan dan solusi, mengembangkan peluang dan strategi bisnis perusahaan ke depan. Diharapkan dengan P2IS semua kinerja dan kondisi kelistrikan dapat dikelola server optimum dalam memitigasi risiko dan sebagai sistem peringatan perusahaan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Energi, Industri, Strategis dan Media Kementerian BUMN Heri Purnomo menyambut baik upaya yang dilakukan PLN dalam meningkatkan kinerja.Dia menyebut dengan P2IS maka gangguan di suatu wilayah bisa cepat teratasi.

Gangguan itu bisa bersifat alamiah seperti pohon tumbang maupun ketersediaan bahan baku pembangkit listrik. "Jika sudah terkonsolidasi ketahuan seperti apa solusinya," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com