Sekar JICT Sesalkan Proses Hukum Karyawan Dipolitisasi

Sekar JICT Sesalkan Proses Hukum Karyawan Dipolitisasi
Ilustrasi unjuk rasa karyawan JICT. ( Foto: istimewa / istimewa )
/ YS Rabu, 27 November 2019 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Serikat Karyawan (Sekar) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menyesalkan politisasi dan penyesatan isu terkait proses hukum terhadap RW, karyawan JICT yang juga anggota Serikat Pekerja (SP) JICT.
RW sebelumnya telah dilaporkan ke polisi akibat tindak kekerasan dan dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terhadap salah satu anggota keamanan JICT.

“Kami prihatin dan menyayangkan upaya sejumlah oknum karyawan yang mempolitisasi kasus ini dan meyebar fitnah di antara karyawan dan masyarakat. Masalah ini murni persoalan individual yang bersangkutan (RW), tidak ada hubungannya dengan perusahaan,” jelas Ketua Sekar JICT Suwandi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Suwandi mengungkapkan, tidak ada pengeroyokan terhadap RW oleh YA, SA, dan seorang pegawai organik Pelindo II berinisial A. Persoalan itu juga tidak ada hubungannya dengan upaya pemberangusan terhadap serikat karyawan di lingkungan JICT.

Dugaan tindak pidana terhadap RW dan YA, yang saat ini dalam proses hukum, merupakan masalah individu.

Sebelumnya, YA telah melaporkan RW terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Kasusnya kini di tangani Polres KP3 Tanjung Priok. Sementara YA juga ditahan Polda Metro Jaya akibat laporan yang dilakukan RW terkait penganiayaan.

“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan JICT. Biarkan karyawan bekerja dengan baik dan dapat terus berkontribusi untuk bangsa dan negara. Jangan memprovokasi dan mempolitisasi JICT untuk kepentingan individu," tegas Suwandi.

Dijelaskan, Sekar JICT mendukung aparat penegak hukum menuntaskan kasus itu dengan adil dan tuntas. Ia berharap, persoalan itu dapat menjadi pelajaran bagi para karyawan di lingkungan JICT untuk tidak melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran hukum yang justru merugikan diri sendiri dan perusahaan.

“Setiap tindakan yang dapat merugikan pekerja dan perusahaan serta melanggar hukum harus ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sekar JICT mendukung penuh penegakan hukum di lingkungan JICT untuk mewujudkan situasi kerja yang kondusif, demi kepentingan karyawan dan perusahaan,” kata dia.



Sumber: PR/Suara Pembaruan